Find and Follow Us

Sabtu, 25 Mei 2019 | 07:55 WIB

Insiden Penembakan Brutal di Masjid

Pelaku Tayangkan Aksi Sadisnya via Live Streaming

Jumat, 15 Maret 2019 | 17:17 WIB
Pelaku Tayangkan Aksi Sadisnya via Live Streaming
(ist)

INILAHCOM, Wellington - Pelaku penembakan brutal di Masjid Al Noor di Deans Ave, Christchurch, Selandia Baru sempat menayangkan aksi brutalnya melalui layanan live streaming di internet.

Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Dalam tayangan terlihat pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama tersebut, menurut media lokal Selandia Baru,The New Zealand Herald, mengarah pada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Baca juga: PM Selandia Baru: Ini Serangan Teroris!

Tayangan itu dimulai dengan pelaku mengemudikan mobilnya ke Masjid Al Noor. Pelaku kemudian terlihat memarkirkan mobilnya di dekat jalan masuk ke masjid. Mobil yang dikemudikan pelaku, berisi sejumlah senjata api dan amunisi yang diletakkan di bagasi mobil.

Adegan selanjutnya menunjukkan aksi brutal yang dilakukan pelaku. Dengan kamera perekam dan senapan semi-otomatis, pelaku tampak berjalan ke dalam masjid, dengan korban pertama ditembak di dekat pintu.

Tak lama kemudian, pelaku masuk ke dalam masjid dan melepaskan tembakan secara membabi-buta. Pelaku juga tampak memeriksa setiap ruangan di dalam masjid itu dan berulang kali melepas tembakan meski korban sudah terkapar.

Pelaku sempat berhenti beberapa kali untuk mengisi ulang senjatanya. Dia kemudian keluar dari masjid lewat pintu depan. Di luar masjid, pelaku masih melepas tembakan secara acak ke arah kendaraan yang melintas.

Setelah itu, pelaku kembali ke mobilnya untuk menganti senjata dan mengambil lebih banyak amunisi. Dia kemudian kembali ke dalam masjid untuk memeriksa korban yang masih hidup dan kembali melepas tembakan.

Saat pelaku keluar dari masjid, dia tampak menembaki seorang wanita yang melintas di pinggir jalan. Wanita malang itu tersungkur dan berteriak minta tolong. Sang pelaku kemudia mendekati dan kembali menembak wanita itu hingga tak bergerak sama sekali.

Pelaku kemudian masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi. Satu kendaraan yang nyaris mendekati mobilnya ditembaki beberapa kali dengan senjatanya.

Tayangan live streaming itu berakhir setelah 17 menit dan adegan terakhir menunjukkan pelaku melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Komisioner Kepolisian setempat, Mike Bush, menyatakan bahwa pihaknya menyadari keberadaan video live streaming itu yang menyebar luas di media sosial. Ditegaskan Bush, otoritas setempat berupaya menghapuskan video itu dari internet.

"Itu tidak seharusnya ada di ruang publik," sebutnya.

Penyedia layanan internet dan telekomunikasi di Selandia Baru bersama-sama berupaya menghapus dan memblokir situs-situs yang menyebarluaskan video itu.

Sejauh ini, Kepolisian Selandia Baru telah menahan empat orang terkait penembakan brutal di Christchurch. Selain di Masjid Al Noor, serangan juga dilaporkan terjadi di sebuah masjid di pinggiran Linwood. Empat orang yang terdiri atas tiga pria dan satu wanita itu ditahan terkait serangan di dua masjid tersebut.

Tidak diketahui pasti apakah pelaku yang menayangkan aksinya via layanan live streaming ini termasuk dalam empat orang yang telah ditahan.

Identitas para pelaku penembakan brutal ini belum diungkap otoritas setempat. Namun jurnalis TVNZ, Anna Burns-Francis, menuturkan kepada CNN bahwa satu pelaku diyakini sebagai warga negara Australia.

Seorang warga lokal bernama Robert Weatherhead yang menjadi saksi mata menyebut pelaku sebagai pria 'kulit putih, berusia antara 30 hingga 40 tahun dan memakai seragam'. Tapi tidak diketahui pasti seragam apa yang dikenakan pelaku.

Komentar

Embed Widget
x