Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 07:12 WIB

Eksodus Personel dan Diplomat AS dari Venezuela

Selasa, 12 Maret 2019 | 20:11 WIB
Eksodus Personel dan Diplomat AS dari Venezuela
(voanews)

INILAHCOM, Washington DC--Amerika Serikat (AS) menyatakan akan memindahkan seluruh personel yang tersisa dari kedutaan besarnya di Venezuela, lapor VOA, Selasa (12/3/2019).

Dalam suatu pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan para personel itu akan ditarik keluar dari Caracas pekan ini. Pompeo mengatakan keputusan untuk menutup kedutaan itu "mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela" selain kesimpulan bahwa kehadiran staf diplomatik itu "telah menjadi kendala terhadap kebijakan AS."

Departemen Luar Negeri AS memerintahkan semua personel non-darurat untuk meninggalkan Venezuela pada Januari lalu, beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro mengakhiri hubungan diplomatik dengan Washington dan memerintahkan para diplomat AS agar pergi setelah Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara. Guaido telah menyatakan dirinya sebagai presiden setelah mengklaim bahwa terpilihnya kembali Maduro tidak sah.

Pengumuman mengenai penutupan Kedutaan Besar AS itu muncul setelah Venezuela mengalami pemadaman listrik yang memasuki hari ke-enam, Selasa(12/3/2019). Warga yang putus asa mengambil air dari sungai yang tercemar dan dari pipa-pipa drainase, sementara sekolah dan bisnis tutup, dan toko-toko tidak dapat mempertahankan kesegaran bahan makanan apapun yang masih ada.

Sejumlah rumah sakit memiliki generator. Dokter berharap dapat memindahkan pasien yang perlu dioperasi ke fasilitas-fasilitas tersebut untuk menyelamatkan jiwa mereka.

Aliran listrik telah pulih di beberapa bagian negara itu hari Senin, tetapi kabarnya masih belum dapat diandalkan. Juga sukar untuk mengukuhkan berita mengenai kematian dan penjarahan yang marak di Venezuela karena sulitnya komunikasi.

Presiden Maduro menyalahkan AS dan lawan-lawan politiknya atas pemadaman tersebut, dengan menuduh mereka melancarkan serangan siber terhadap bendungan pembangkit listrik tenaga air.

AS membantah terlibat dalam pemadaman listrik itu dan Menteri Luar Negeri Pompeo mengecam Kuba dan Rusia karena mendukung rezim Maduro. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x