Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 15:50 WIB

Dengan Kereta, Kim Jong-un Tiba di Vietnam

Selasa, 26 Februari 2019 | 11:00 WIB
Dengan Kereta, Kim Jong-un Tiba di Vietnam
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Hanoi - Kim Jong-Un tiba di Vietnam usai menempuh perjalanan panjang dengan kereta api dari Pyongyang. Pekan ini, untuk kedua kalinya pemimpin Korea Utara itu akan bertemu Presiden AS Donald Trump yang dilaporkan masih dalam penerbangan menuju Vietnam.

Mengutip Reuters, Trump dijadwalkan akan tiba di Hanoi, ibu kota Vietnam, pada Selasa (26/2/2019) malam waktu setempat. Pertemuan antara Trump dan Kim Jong-Un akan digelar selama dua hari, yakni pada Rabu (27/2/2019) dan Kamis (28/2/2019).

Kim Jong-Un yang berangkat dari Pyongyang dengan kereta api melalui wilayah China, tiba di stasiun kota Dong Dang, Vietnam pada Selasa pagi waktu setempat.

Para pejabat Vietnam menyambut pemimpin Korut itu di stasiun dengan menggelar karpet merah, termasuk menampilkan pasukan penghormatan dengan bendera Korut dan Vietnam dikibarkan.

Dari stasiun Dong Dang, Kim Jong-Un melanjutkan perjalanan dengan menaiki mobil Mercedes Benz S-Class menuju Hanoi yang berjarak sekitar 170 kilometer. Sesekali terlihat dia melambaikan tangan dari dalam mobil ke arah orang-orang yang berbaris di tepi jalan yang memegang bendera Vietnam dan Korut.

Sekitar belasan pengawal Korut berlari di samping mobil yang ditumpangi Kim Jong-Un. Ruas jalan utama menuju Hanoi ditutup sementara dengan para pasukan keamanan Vietnam yang dilengkapi kendaraan lapis baja berjaga di sepanjang perjalanan ke ibu kota Vietnam itu.

Pertemuan kedua antara Kim Jong-un dan Donald Trump itu digelar delapan bulan setelah pertemuan pertama yang sangat bersejarah di Singapura pada Juni 2018 lalu.

Pertemuan kali ini tidak diharapkan akan menghasilkan kesepakatan akhir soal senjata nuklir Korut yang dianggap mengancam AS. Namun, ada indikasi bahwa pertemuan ini akan mengarah pada deklarasi berakhirnya Perang Korea tahun 1950-1953 yang menyeret AS, Korut, Korea Selatan, dan China.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, Trump dan Kim Jong-Un akan melakukan pembicaraan empat mata secara singkat pada Rabu malam waktu setempat.

Pembicaraan empat mata itu akan diikuti dengan acara makan malam bersama. Masing-masing pemimpin akan didampingi dua tamu dan para penerjemah.

Pada Kamis lusa, Trump dan Kim Jong-Un akan menggelar lebih banyak pertemuan. Namun topik pembahasan kedua tokoh tidak disebut lebih lanjut oleh Sanders.

Baik Kim Jong-Un maupun Trump akan menggelar pertemuan terpisah dengan pemimpin Vietnam.

Kepada wartawan, Trump menyebut pertemuan keduanya dengan pemimpin Korut akan menjadi 'pertemuan puncak yang sangat luar biasa'. Melalui kicauannya di Twitter pada Senin (25/2/2019), Trump menekankan manfaat jika Korut menyerahkan program nuklirnya.

"Dengan denuklirisasi seutuhnya, Korea Utara akan secara pesat menjadi 'Economic Powerhouse'. Tanpa itu, akan sama saja. Ketua Kim akan mengambil keputusan yang bijaksana," cuitnya.

Komentar

Embed Widget
x