Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 07:01 WIB

Putra Mahkota Saudi Tunda Kunjungan ke Indonesia

Minggu, 17 Februari 2019 | 06:35 WIB
Putra Mahkota Saudi Tunda Kunjungan ke Indonesia
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Jakarta--Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba-tiba menunda kunjungannya ke Indonesia. Kunjungan pangeran Arab Saudi itu ke negara kawasan Asia Tenggara lainnya juga ikut ditunda.

Kendati tidak menjelaskan alasan penundaan kunjungan, Kementerian Luar Negeri mengatakan kedua negara akan menentukan jadwal baru dari kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman.

"Indonesia dan Arab Saudi akan terus berkomunikasi untuk menentukan jadwal baru, dan sekaligus memastikan hasil kunjungan yang lebih optimal," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri, seperti dikutip dalam laman situs resminya, Sabtu (16/02).

Tak hanya ke Indonesia, kunjungan pangeran Arab Saudi itu ke negara kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, juga ikut ditunda.

Pangeran Mohammed terakhir kali mengunjungi Indonesia pada 2017 bersama ayahnya, Raja Salman, sebagai bagian lawatan untuk menjajaki peluang investasi.

Data Kementerian Perdagangan RI mencatat, hubungan perdagangan Indonesia-Kerajaan Arab Saudi fluktuatif dalam periode 2015-2017. Pada 2015-2016, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$5,4 miliar dan US$4,05 miliar.

Pada 2017, nilai perdagangan kedua negara meningkat menjadi US$4,5 miliar. Dalam periode itu, Arab Saudi surplus karena ekspor minyak dan gas ke Indonesia. Pada tahun 2017, Arab Saudi menikmati surplus sebesar US$1,78 miliar.

Namun setelah pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Salman pada Maret 2017, menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed, neraca perdagangan kedua meningkat menjadi US$10 miliar.

Tak hanya itu, tahun lalu ada kesepakatan kerja sama bidang properti antar kedua negara senilai US$6 miliar. Sedang dibangun pula kerja sama antara Indonesia, Arab Saudi dan Amerika Serikat di bidang pariwisata di Pulau Lombok.

Pertamina dan Saudi Aramco juga telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Usaha Patungan senilai US$6 miliar untuk mengembangkan kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Pengembangan kilang minyak ini adalah bagian dari Rencana Induk Pengembangan Kilang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Selain di bidang energi, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan Indonesia ingin meningkatkan kerjasama bidang kesehatan dengan Arab Saudi, seperti distribusi obat dan alat kesehatan.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, pada 23 Oktober 2018, keduanya juga membicarakan kemungkinan kerja sama pengiriman tenaga kerja bidang kesehatan.

"Hubungan Indonesia-Kerajaan Arab Saudi telah mengalami perkembangan positif," kata Adel al-Jubeir. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x