Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 15:54 WIB

Geger Cuitan Ilhan Omar

Rabu, 13 Februari 2019 | 12:37 WIB
Geger Cuitan Ilhan Omar
(Foto: AFP)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Cuitan Ilhan Omar, anggota Kongres asal Partai Demokrat, di Twitter mengenai anti-Yahudi membuat geger AS. Presiden Donald Trump menyerukan agar Ilhan Omar mundur dari anggota Kongres.

Sehari sebelumnya Ilhan Omar telah minta maaf setelah mendapat kecaman luas, baik dari Partai Republik maupun mitra-mitranya di Partai Demokrat, atas pernyataan kontroversial itu.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa permintaan maaf Ilhan Omar "tidak memuaskan" dan menambahkan "ia tidak benar-benar minta maaf." Trump menyerukan anggota Kongres dari negara bagian Minnesota itu untuk mundur dari Kongres atau setidaknya dari Komite Urusan Luar Negeri di DPR dimana ia bertugas. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Rabu (13/2/2019).

Ilhan Omar, yang pernah menjadi pengungsi di Somalia dan sejak lima minggu lalu menjabat di Kongres, Minggu (10/2/2019), menyampaikan serangkaian cuitan di Twitter bahwa American-Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok pelobi pro-Israel di AS, telah membeli anggota-anggota Kongres untuk mendukung negara Yahudi itu.

Lebih jauh Ilhan mengklaim dukungan anggota-anggota Kongres itu bagi Israel lebih karena berkat dukungan keuangan dari AIPAC, meskipun organisasi nirlaba itu tidak secara langsung menyampaikan sumbangan kampanye pada para politisi AS.

Meskipun AIPAC tidak memberikan sumbangan kampanye kepada para politisi AS, anggota-anggota organisasi nirlaba itu dapat menyampaikan sumbangan secara individual.

"Ini semua tentang Benjamins, baby," cuit Ilhan Omar dalam wawancara dengan seorang wartawan. Benjamin yang dimaksudnya merujuk pada ungkapan populer untuk uang seratus dolar yang bergambar bapak bangsa, Benjamin Franklin.

Ia kemudian menambahkan cuitan "AIPAC!" ketika seorang netizen lainnya menanyakan siapa yang menurutnya telah membayar para politisi AS agar pro-Israel.

Setelah cuitan itu memicu kecaman luas, Senin (11/2/2019), Ilhan Omar mengatakan "anti-Yahudi adalah hal yang nyata, dan saya bersyukur dengan keberadaan mitra dan sekutu Yahudi yang mendidik saya tentang sejarah anti-Yahudi yang menyakitkan."

"Saya tidak pernah berniat untuk menyinggung konstituen saya atau orang Yahudi-Amerika secara keseluruhan. Kita harus selalu siap untuk mundur dan berpikir kritis, sama seperti ketika saya berharap agar orang-orang mendengar saya ketika yang lain menyerang identitas saya. Inilah sebabnya mengapa saya benar-benar minta maaf," kata Omar menambahkan.

Tuturnya lagi, "pada saat yang sama, saya menegaskan kembali peran para pelobi dalam politik kita," apakah itu AIPAC, Asosiasi Senjata Api NRA atau industri bahan bakar fosil. "Ini sudah berlangsung terlalu lama dan kita harus mengatasinya."

Ilhan Omar adalah pendukung gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) menekan Israel atas perlakuannya terhadap Palestina, dan telah memicu kecaman atas pernyataan-pernyataannya tentang Israel.

Komite Yahudi Amerika menyebut cuitan tentang AIPAC itu "sangat tidak benar dan jelas sangat anti-Yahudi."

Sementara pemimpin minoritas dari faksi Republik di DPR Kevin McCarthy dan anggota-anggota faksi Republik lainnya menyerukan kepada pemimpin faksi Demokrat untuk "mengambil tindakan" terhadap Ilhan Omar dan anggota Kongres beragama Islam lainnya, Rashida Tlaib, yang berasal dari negara bagian Michigan. Ia juga kerap menyampaikan kecaman terhadap Israel.

Anggota faksi Republik dari negara bagian New York, Peter King, menggambarkan klaim Ilhan Omar yang menuduh AIPAC telah mendanai anggota-anggota Kongres sebagai "hal yang sangat memalukan. Merupakan hal yang tidak bermoral ketika menyatakan bahwa anggota-anggota Kongres telah dibayar oleh Yahudi, oleh AIPAC. Ini termasuk bias anti-Yahudi yang telah terlalu lama mengganggu dunia."

Tak hanya faksi Republik, sebagian anggota faksi Demokrat juga mengkritisi Omar.

Anggota faksi Demokrat dari negara bagian New York, Sean Patrick, mengatakan "dukungan saya pada Israel didasarkan pada nilai-nilai bersama dan keamanan nasional Amerika, bukan uang."

Ia menambahkan bahwa ia "kecewa" karena Omar "kembali mencuit kiasan yang berbahaya dan menyakitkan." [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x