Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 02:45 WIB

Demonstran Rompi Kuning Terus Berlanjut

Selasa, 12 Februari 2019 | 10:25 WIB

Berita Terkait

Demonstran Rompi Kuning Terus Berlanjut
(Foto: Istimvoaindonesiaewa)

INILAHCOM, Paris--Demonstrasi rompi kuning dan puluha ribu warga Perancis masih terus melakukan aksi turun ke jalan-jalan. Demonstransi yang awalnya menentang kenaikan pajak bahan bakar, kini melebar ke tuntutan upah yang lebih baik, pajak yang lebih rendah, kesetaraan yang lebih besar dan partisipasi warga dalam pemerintahan.

VOA melaporkan Selasa (12/2/2019), akhir pekan lalu lebih 50 ribu warga kembali turun ke jalan. Unjuk rasa tak hanya setiap hari Sabtu, hari Selasa pekan lalu para demonstran rompi kuning bergabung dengan anggota serikat buruh dalam demonstrasi di Paris dan di tempat lain di Perancis.

"Tuntutan saya sama dengan semua demonstran rompi kuning yaitu pajak yang lebih rendah, mengembalikan pajak kekayaan, memiliki peradilan yang independen yang mengatasi masalah sosial dan lingkungan, sehingga rakyat bisa hidup dengan bermartabat," kata Sabrina, seorang demonstran rompi kuning.

"Saya kira warga hanya hanya ingin didengar oleh pemerintah, dan mereka menginginkan lebih banyak keadilan," ujar Jerome, demonstran lainnya.

Demonstran rompi kuning lainnya menggambarkan gerakan mereka sebagai revolusi terkait keluhan-keluhan lama dan reformasi baru yang didorong oleh pemerintah Presiden Emmanuel Macron.

Yang pasti gerakan ini menggema di Eropa dan menyebar ke Belgia, Bulgaria, Inggris dan Yunani. Gerakan ini mendapat perhatian dari pemerintah populis Italia yang meningkatkan ketegangan antara Paris dan Roma.

Di Perancis, Presiden Macron mengatakan ia juga mendengarkan dan mengakui sebagian disebabkan kesalahannya karena tidak memadainya tanggapan pemerintah terhadap rasa frustrasi yang dialami para demonstran rompi kuning.

Satu jawaban jangka pendek adalah debat nasional selama tiga bulan untuk menyampaikan keprihatinan warga Perancis terkait masalah-masalah seperti pajak, layanan publik, perubahan iklim dan demokrasi. Popularitas Macron naik sedikit dari rekor terendah.

Namun, tidak jelas ke mana arah pembicaraan ini. Mungkin referendum, meskipun langkah itu berisiko.

Selain itu juga sulit untuk mendamaikan banyak dan beragamnya tuntutan pendukung jaket kuning dengan reformasi Macron. Gerakan ini tidak memiliki pemimpin dan tidak selalu sepakat mengenai isu-isu tertentu. Beberapa anggota rompi kuning mencalonkan diri untuk pemilihan Parlemen Eropa pada Mei dalam beberapa daftar yang berbeda. Pendukung Rompi kuning lainnya menganggap mereka seharusnya tidak mencalonkan diri.

Jadi apa langkah berikutnya bagi demonstran rompi kuning? Sulit diketahui. Namun mereka yakin akan turun ke jalan lagi, Sabtu ini. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x