Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 02:09 WIB

ISIS Lakukan Perlawanan Terakhir di Suriah timur

Minggu, 10 Februari 2019 | 16:53 WIB

Berita Terkait

ISIS Lakukan Perlawanan Terakhir di Suriah timur
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Damaskus--Pasukan yang didukung AS di Suriah mengatakan bahwa mereka menemui perlawanan sengit dalam serangan terhadap daerah kantong terakhir yang dikuasai militan ISIS di negara tersebut.

Juru bicara Pasukan Demokratis Suriah (SDF) berkata kepada kantor berita AP, seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/2/2019) bahwa para jihadis ISIS "paling berpengalaman" mempertahankan benteng terakhir mereka.

Dua tahun lalu, ISIS menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak.

Tapi sekarang mereka terkurung di sebuah wilayah kecil di Provinsi Deir al-Zour, bagian selatan Suriah, dekat perbatasan Irak.

Pada Sabtu (9/2/2019), setelah jeda selama lebih dari sepekan untuk memungkinkan sekitar 20.000 warga sipil meninggalkan wilayah tersebut, juru bicara SDF Mustafa Bali mengatakan kelompok tersebut melancarkan "pertempuran penghabisan untuk menghancurkan ISIS" di desa perbatasan Baghuz.

Semalam ia berkata kepada kantor berita AP: "Pertempuran sangat sengit. Mereka yang tersisa di dalam adalah [petarung] paling berpengalaman yang mempertahankan benteng terakhir mereka. Dari sini, Anda bisa membayangkan ukuran dan keganasan pertempuran."

SDF, disokong serangan udara yang dilancarkan pasukan koalisi yang dipimpin AS, telah mengusir ISIS dari kota-kota dan desa-desa di Suriah bagian timur laut dalam beberapa bulan terakhir.

Pada puncak kekuasaannya di 2014, ISIS mendirikan "kekhalifahan" yang membentang sepanjang Suriah dan Irak dengan kawasan seukuran Inggris dan berkuasa atas lebih dari 7,7 juta orang.

Pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan para militan ISIS "sebagian besar sudah habis" dan mengumumkan bahwa AS akan menarik seluruh 2000 pasukannya dari Suriah.

Pada Rabu (6/2/2019) ia mengatakan: "akan diumumkan, mungkin pekan depan, bahwa kita telah mengalahkan 100% dari kekhalifahan (ISIS)." [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x