Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 16:04 WIB

Bantuan Kemanusiaan Mulai Mengalir ke Venezuela

Senin, 4 Februari 2019 | 11:40 WIB
Bantuan Kemanusiaan Mulai Mengalir ke Venezuela
(Foto: voaindonesia)

INILAHCOM, Caracas--Kelompok oposisi mulai mengumpulkan bantuan kemanusiaan di Brazil, Kolombia dan lokasi-lokasi lain serta menyerukan militer untuk mengizinkan masuknya bantuan itu ke Venezuela.

"Bukan hanya bantuan bernilai US$20 juta yang kami peroleh, koalisi internasional juga memberi bantuan kemanusiaan dan kebebasan Venezuela," kata Juan Guaido kepada para pendukungnya.

Berbicara di podium yang dilatarbelakangi lambang kepresidenan Venezuela, Guaido juga menggarisbawahi seruan bagi militer untuk membelot dari pemerintah sosialis negara itu.

"Para tentara waktunya sudah tiba, momentum untuk menyatakan dukungan pada konstitusi, pada bantuan kemanusiaan dan pada perubahan bagi keluarga Anda, negara dan kehormatan angkatan bersenjata Venezuela," tambahnya.

AS mengatakan akan mengirimkan bantuan ke Venezuela sesuai permintaan Guaido. Presiden Nicolas Maduro telah menolak menerima bantuan itu karena ia yakin hal itu akan membuka jalan intervensi militer pimpinan AS.

Dua pemimpin militer dan seorang duta besar pemerintahan Nicolas Maduro hari Sabtu telah membelot dan menyampaikan pengakuan kepada Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.

Minggu lalu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga telah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung rakyat Venezuela dan mengakui pemerintahan sementara pemimpin oposisi Juan Guaido ketika ia menantang Presiden Nicolas Maduro.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Sabtu (2/2/2019), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan situasi kemanusiaan di Venezuela harus diatasi segera.

"Kami menyerukan seluruh negara untuk mendukung aspirasi demokratis rakyat Venezuela ketika mereka berupaya membebaskan diri dari pemerintahan mafia mantan presiden Maduro yang tidak sah. Situasi keamanan menuntut tindakan sekarang juga. Menuntut tindakan kita hari ini," kata Pompeo.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Spanyol, Jerman dan Perancis, minggu lalu mengatakan akan mengakui Juan Guaido yang berusia 35 tahun sebagai presiden jika tidak ada pemilu yang dilangsungkan dalam waktu delapan hari mendatang. [voa/lat]

Komentar

x