Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 16:03 WIB

Trump Berbohong, Dia Makin Terpojok

Sabtu, 19 Januari 2019 | 07:15 WIB
Trump Berbohong, Dia Makin Terpojok
(Foto: voaindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS Donald Trump semakin terpojok setelah beredar laporan ia telah mengarahkan pengacaranya untuk berbohong kepada Kongres mengenai upayanya membangun Trump Tower di Moskow, Rusia.

Laporan di BuzzFeed News menyebutkan dua pejabat penegak hukum federal anonim adalah narasumber bagi laporan mengenai presiden dan mantan pengacaranya, Michael Cohen.

Sumber-sumber itu mengatakan Cohen memberitahu penyidik khusus Robert Mueller bahwa presiden memintanya untuk berbohong kepada Kongres mengenai transaksi Trump dengan Rusia.

BuzzFeed menyatakan para pejabat anonim itu juga "terlibat dalam investigasi masalah tersebut."

Menurut laporan BuzzFeed, Trump dan dua anaknya, Ivanka dan Donald Jr. "menerima informasi terbaru yang rinci secara teratur mengenai pembangunan real estat itu dari Cohen, yang mereka jadikan penanggungjawab proyek itu."

Bersamaan dengan waktu Cohen memberi Trump kabar mengenai perundingan dengan Rusia, Trump terlibat dalam pemilihan presiden yang sukses dan menyangkal bahwa ia memiliki kesepakatan bisnis dengan Rusia.

"Tuduhan bahwa Presiden Amerika Serikat mungkin telah mendorong sumpah palsu di hadapan komite kami dalam upaya membatasi investigasi dan menutup-nutupi transaksi bisnisnya dengan Rusia termasuk yang paling serius hingga sekarang ini," tulis anggota DPR Adam Schiff dari California. "Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk mengetahui apakah laporan itu benar."

Anggota DPR lainnya Joaquin Castro dari Texas menulis di Twitter, apabila laporan BuzzFeed benar, maka Trump "harus mengundurkan diri atau dimakzulkan."

BuzzFeed menyatakan mengetahui tentang upaya Trump membuat Cohen berbohong kepada Kongres "melalui wawancara dengan banyak saksi dari Trump Organization dan email internal perusahaannya, SMS serta dokumen-dokumen lainnya."

Sementara itu Rudy Giuliani, salah seorang pengacara Trump, telah mengakui bahwa sejumlah pejabat dalam tim kampanye kepresidenan Trump tahun 2016 mungkin telah berkolusi dengan Rusia untuk membantu Trump memenangkan pemilu tersebut, tetapi ia menambahkan bahwa Trump sendiri tidak berkolusi. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x