Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Maret 2019 | 07:23 WIB

Trump Siaran Langsung Pendanaan Tembok Perbatasan

Rabu, 9 Januari 2019 | 13:11 WIB

Berita Terkait

Trump Siaran Langsung Pendanaan Tembok Perbatasan
Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato dari Ruang Oval, Gedung Putih - (Foto: GettyImages)

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS Donald Trump, mendesak agar proyek pembangunan perbatasan AS-Meksiko segera didanai demi menghentikan "krisis keamanan dan kemanusiaan yang berkembang".

Dalam pidato pertama yang disiarkan secara langsung dari Ruang Oval di Gedung Putih, seperti dilaporkan BBC, Rabu (9/1/2019), Trump tidak merealisasikan ancamannya beberapa hari lalu, yakni mengumumkan keadaan darurat nasional untuk memotong jalur Kongres guna membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Meski demikian, dia berkeras agar Kongres menganggarkan dana US$5,7 miliar (Rp80,5 triliun) untuk membangun barikade baja sehingga janji kampanyenya terwujud.

Dia berikrar akan terus menutup sebagian institusi pemerintahan jika keinginannya tidak dituruti, walau ratusan ribu pegawai negeri tidak mendapat gaji.

"Pemerintahan federal akan terus ditutup karena satu alasan: karena Partai Demokrat tidak mau mendanai keamanan perbatasan," cetusnya.

Setelah Trump menyampaikan pidatonya, Ketua DPR dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, bersama Ketua Fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mendesak Trump mengakhiri penutupan lembaga-lembaga pemerintah.

Mereka menegaskan penutupan lembaga pemerintah dan permasalahan perbatasan adalah masalah terpisah.

Faktanya, kata Pelosi, Trump telah menyandera rakyat.

Schumer menuduh Trump berupaya "memerintah dengan merajuk" dan memproduksi krisis.

"Presiden Trump telah menyampaikan permohonan kepada rasa takut, bukan fakta. Perpecahan, bukan kesatuan," ujar Schumer.

"Simbol Amerika seharusnya adalah Patung Liberty bukan tembok setinggi 30 kaki," imbuhnya.

Sejauh ini, penutupan sebagian lembaga pemerintah telah berlangsung 18 hari, terlama kedua sepanjang sejarah.

Baik kubu Demokrat maupun Republik sepakat bahwa ada krisis di perbatasan. Namun, para kritikus menuding Trump membesar-besarkan masalah.

Jumlah orang yang melintasi perbatasan secara ilegal turun dari 1,6 juta orang pada 2000 menjadi 400.000 pada 2018.

Kemudian riset mengindikasikan para imigran tak berdokumen resmi kurang mungkin melakukan kejahatan ketimbang warga kelahiran AS.

Gedung Putih menyebut ribuan teroris ditangkap saat mencoba melalui perbatasan AS-Meksiko. Faktanya, hanya segelintir orang, itupun mereka dicegah di bandara-bandara. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x