Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 11:28 WIB

Cuekin AS, Turki Tetap Gempur Milisi Kurdi

Rabu, 9 Januari 2019 | 08:32 WIB
Cuekin AS, Turki Tetap Gempur Milisi Kurdi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara - (Foto: Prokerala)
facebook twitter

INILAHCOM, Ankara--Militer Turki tetap akan menggempur para milisi Kurdi di bagian timur laut Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, tidak ada konsesi yang akan diberikan negaranya terhadap "kelompok teror" di Suriah itu.

Erdogan membantah bahwa pihaknya telah berjanji pada AS tentang jaminan keselataman milisi yang dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi di Suriah atau YPG sebelum AS menarik mundur seluruh pasukannya dari Suriah.

"Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton membuat kesalahan yang sangat serius ketika menuntut Turki menjamin keselamatan para pejuang Kurdi di bagian timur laut Suriah," katanya, seperti dikutip dari VOA, Rabu (9/1/2019).

Erdogan menyampaikan pernyataannya itu setelah Bolton datang ke Ankara untuk berkonsultasi dengan pejabat-pejabat pemerintahnya. Erdogan tidak bertemu Bolton. Bolton hanya bertemu dengan pejabat-pejabatnya, antara lain juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin dan Menteri Pertahanan Hulusi Akar.

Kalin mengatakan kepada wartawan bahwa "tidak seorang pun seharusnya berharap Turki akan memberikan jaminan terhadap sebuah organisasi teror."

AS mendukung YPG dalam perang melawan ISIS. Sementara Turki selama ini mengaitkan YPG dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok Kurdi yang selama lebih dari sepuluh tahun ini melancarkan perang di bagian tenggara Turki. Turki, AS dan Uni Eropa telah mengkategorikan PKK sebagai organisasi teroris.

Bolton ditolak ketika berupaya merundingkan keselamatan sekutu AS di bagian timur laut Suriah itu. Perundingan itu berlangsung selama dua jam. Juru bicara Bolton, Garrett Marquis, mengatakan perundingan antara pejabat-pejabat AS dan Turki akan dilanjutkan. Turki dan AS adalah anggota NATO.

Presiden AS Donald Trump pada 19 Desember 2018 mengumumkan penarikan mundur 2.000 personil tentara AS di Suriah, yang berada di sana sebagai bagian dari upaya melawan ISIS. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x