Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 17:44 WIB

Pengemudi Uber Bunuh 6 Orang

Selasa, 8 Januari 2019 | 17:40 WIB
Pengemudi Uber Bunuh 6 Orang
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Kalamazoo--Seorang pengemudi Uber, Jason Dalton (48) mengaku bersalah atas pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan pelanggaran senjata api. Pengakuan ini disampaikan dalam persidangan di pengadilan Kalamazoo, seperti dilaporkan BBC, Selasa (8/1/2019).

Dalton membunuh 6 orang secara acak; 4 orang tewas di sebuah restoran dan dua lainnya di sebuha dealer mobil dalam sebuah penembakan di Kota Kalamazoo, Michigan, AS pada 2016.

Pada awalnya Dalton beralasan bahwa pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan karena aplikasi Uber telah mengendalikan "pikiran dan tubuhnya". Tetapi dia mengubah dalihnya sesaat sebelum persidangannya dimulai.

Jaksa penuntut menyatakan, tidak ada kesepakatan yang ditawarkan kepada Dalton atas pengakuan bersalah itu.

Dakwaannya terdiri dari enam pidana pembunuhan, dua percobaan pembunuhan, dan delapan pasal terkait dengan pelanggaran senjata api. Dia sekarang menghadapi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Dia mengatakan kepada hakim di pengadilan Kalamazoo bahwa keputusannya itu dibuat atas kehendaknya sendiri, sembari menambahkan bahwa dia telah "menginginkan hal (pengakuan bersalah) ini cukup lama".

Sebelumnya, dilaporkan Dalton mengatakan kepada polisi bahwa ia dibuat menjadi 'boneka' oleh aplikasi Uber, yang mengarahkannya untuk menembak orang secara acak selama lima jam pada Februari 2016.

Tidak ada satupun korban itu yang merupakan pelanggan Uber. Menurut polisi Dalton terus mengambil penumpang selama penembakan di Kalamazoo, sebuah kota kecil sekitar 241 km di barat Detroit.

Penembakan itu terjadi pada Sabtu malam di tiga lokasi--di luar restoran Cracker Barrel, sebuah dealer mobil Kia dan sebuah blok apartemen.

Menyusul penahanannya malam itu, Uber mengkonfirmasi bahwa Dalton adalah seorang pengemudi yang terdaftar di perusahaan taksi online itu, yang mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan itu "ngeri dan terpukul" oleh tindakannya itu.

Dalton telah menjalani pemeriksaan latar belakang tetapi lulus karena dia tidak memiliki catatan kriminal, kata Uber. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x