Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 10:37 WIB

Suap Patung Polisi, Dua Pemuda Sri Lanka Ditangkap

Selasa, 8 Januari 2019 | 10:10 WIB

Berita Terkait

Suap Patung Polisi, Dua Pemuda Sri Lanka Ditangkap
(ist)

INILAHCOM, Kolombo - Niatnya hanya bercanda dengan mengunggah video lucu ke media sosial, dua pemuda di Sri Lanka terpaksa harus berurusan dengan polisi.

BBC melansir, polisi Sri Lanka menangkap dua pemuda yang mengunggah video di akun Facebook yang memperlihatkan salah satu dari mereka berlagak memberikan uang sogokan kepada sosok 'patung' polisi yang terbuat dari kardus.

Dalam rekaman itu, seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor terlihat menawarkan uang kepada papan kardus dua dimensi yang menggambarkan sosok petugas polisi yang sedang menggunakan alat pemantau kecepatan kendaraan.

Pemuda dalam video beserta temannya yang merekamnya di Kota Vavuniy itu kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Mereka dikenakan tuduhan merusak properti umum, serta mempermalukan dan menciptakan citra buruk tentang polisi.

Patung kardus yang menurut polisi kini rusak pada bagian kepalanya itu, merupakan satu dari sekian banyak yang ditempatkan di jalan-jalan utama mulai tahun lalu untuk memperlambat laju kendaraan dan mencegah pengemudi ugal-ugalan.

Beberapa bulan lalu, polisi setempat menangkap dua pemuda yang membawa 'patung' itu ke rumah mereka.

Di Sri Lanka, praktik menyuap polisi lalu lintas untuk menghindari denda formal dan proses pengadilan yang berlarut-larut, merupakan hal biasa.

Tindakan polisi yang menangkap kedua pemuda yang dikatakan berusia 23 tahun itu mendapat kecaman luas di media sosial.

"Kedua anak muda itu mengirimkan pesan kuat yang bertujuan membasmi budaya suap," kata pengguna Twitter, Ameen Izzadeen, kepada BBC.

"Itu satir, bukan tindak kejahatan," katanya menambahkan.

Transparency International (TI), sebuah NGO anti-korupsi, mengatakan kepada BBC bahwa di Sri Lanka polisi dianggap sebagai salah satu lembaga paling korup.

"Masalah ini semakin nyata dengan kurangnya niat untuk menggabungkan landasan sistem untuk memerangi penyuapan di antara polisi lalu lintas," kata pimpinan TI Sri Lanka, Asoka Obeysekara.

Pekan lalu polisi menskors dua petugasnya setelah viralnya rekaman video yang menunjukkan mereka tampak menerima suap di dekat kantor presiden, yang juga lokasinya dekat dengan markas polisi Sri Lanka.

Tahun lalu, kepala polisi lalu lintas Sri Lanka, Ajith Rohana, mengatakan bahwa mereka mengambil berbagai langkah untuk menghukum pelaku suap menyuap itu dan mendesak masyarakat untuk melaporkan petugas yang menerima suap.

Komentar

Embed Widget
x