Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 09:12 WIB

Trump Marahi Jenderal AS Soal Afghanistan

Jumat, 4 Januari 2019 | 07:29 WIB

Berita Terkait

Trump Marahi Jenderal AS Soal Afghanistan
(Foto: voaindonesia)

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS Donald Trump telah mengritik jenderal-jenderal AS karena tidak mengalahkan Taliban di Afghanistan setelah 19 tahun terlibat perang di sana.

Berbicara kepada para wartawan pada rapat kabinet, Trump menyatakan para jenderal itu diberi "semua uang yang mereka minta" dan "tidak melaksanakan tugas secara luar biasa di Afghanistan." Trump mempertanyakan justifikasi untuk pengeluaran di negara yang ribuan kilometer jaraknya dari AS.

Berbagai laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa AS berencana mengurangi jumlah tentara di Afghanistan. Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa penarikan mundur AS akan melemahkan pihak Kabul dalam perundingan perdamaian.

Ketika ditanya mengenai Afghanistan, Trump mempertanyakan keterlibatan AS dalam konflik itu.

"Mengapa Rusia tidak ada di sana? Mengapa India tidak ada di sana? Mengapa Pakistan tidak ada di sana? Mengapa kita di sana? Kita ini terpisah jarak 6.000 mil," kata Trump.

Trump mengatakan perang sembilan tahun yang dilancarkan Uni Soviet di Afghanistan pada tahun 1980-an dapat dibenarkan karena teroris dari negara itu memasuki wilayah Soviet dan menimbulkan kerusuhan. Tetapi ia mengatakan, perang itu telah membuat Uni Soviet bangkrut dan menyebabkan keruntuhan negara itu. Ia mempertanyakan tujuan pengeluaran AS lebih lanjut untuk Afghanistan.

"Mantan Menteri Pertahanan Jenderal Mattis berterima kasih banyak kepada saya karena memberinya US$700 miliar. Ia terkejut. Jenderal Mattis bahkan berterima kasih lebih banyak lagi tahun berikutnya sewaktu saya memberinya US$716 miliar. Ia tak mempercayainya. Tetapi apa yang telah ia lakukan untuk saya? Bagaimana pekerjaannya di Afghanistan? Kurang bagus," lanjutnya.

Trump juga mengritik beberapa strategi militer AS di Afghanistan. "Ada daerah yang saya kemukakan kepada jenderal-jenderal kita empat atau lima pekan silam di mana Taliban berada di sana, ISIS di sana, dan mereka saling berperang. Saya katakan, 'Mengapa Anda tidak biarkan mereka berperang? Mengapa kita terlibat di tengah-tengahnya?' Saya katakan, 'Biarkan mereka bertarung. Mereka adalah musuh-musuh kita, biarkan mereka berperang.' 'Sir, kami hendak melakukannya.' Dan, mereka masuk ke sana dan malah bertempur melawan kedua pihak. Ini hal paling gila yang pernah saya lihat," komentarnya.

Trump mengatakan rencana-rencana militer AS seharusnya tidak diungkapkan kepada umum dan tersedia bagi musuh.

Beberapa waktu para pejabat AS bertemu dengan wakil-wakil Taliban bulan lalu di Uni Emirat Arab dalam upaya mengatur pembicaraan perdamaian antara pihak-pihak yang berperang. Seorang juru bicara bagi pasukan AS dan NATO di Afghanistan mengatakan ada peluang baik untuk mengakhiri pertempuran puluhan tahun di Afghanistan pada tahun ini.

"2019 membawa peluang istimewa dan unik di Afghanistan. Saya pikir kita telah melihat kemajuan dalam pembicaraan perdamaian, dan Afghanistan serta Taliban memiliki peluang yang benar-benar serius di hadapan mereka, peluang untuk perdamaian," kata Kolonel David Butler, juru bicara bagi pasukan AS dan NATO di Afghanistan.

Suatu perjanjian perdamaian praktis akan mengakhiri 40 tahun perang di Afghanistan. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x