Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 17:58 WIB

Pembunuh Berantai China Dieksekusi

Kamis, 3 Januari 2019 | 19:35 WIB
Pembunuh Berantai China Dieksekusi
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Beijing--Seorang pembunuh berantai yang dijuluki 'Jack the Ripper China' yang dinyatakan terbukti membunuh 11 perempuan, telah dieksekusi. Demikian BBC, Kamis (3/1/2019).

Gao Chengyong melakukan pembunuhan-pembunuhan itu antara tahun 1988 hingga 2002, dengan korban termudanya adalah bocah perempuan berusia delapan tahun.

Dalam menjalankan aksinya, Gao selalu membuntuti korbannya hingga rumah masing-masing lalu merampok, memperkosa, dan membunuh mereka. Dia memotong leher para korbannya dan memutilasi tubuh mereka.

Gao, seorang ayah dari dua anak, ditangkap pada tahun 2016 di toko kelontong yang ia kelola di Baiyin, provinsi Gansu.

Polisi berhasil melacak pria berusia 53 tahun itu melalui serangkaian tes DNA.

Pembunuhan pertama Gao terjadi pada Mei 1988, tahun kelahiran putranya.

Seorang perempuan berusia 23 tahun ditemukan di Baiyin dengan 26 luka tusukan di tubuhnya.

Pembunuhan berikutnya mengikuti pola yang sama: menyasar perempuan muda yang hidup sendirian.

Gao juga memotong sebagian organ reproduksi korbannya, lapor Beijing Youth Daily. Korbannya yang paling muda berusia delapan tahun.

Sesudah serangkaian serangan pembunuhan itu, perempuan di kota Baiyin tidak ada lagi yang berjalan sendirian di jalanan tanpa ditemani oleh sanak atau teman laki-laki .

Rangkaian pembunuhan itu berhenti pada tahun 2002, tetapi baru beberapa tahun kemudian sebuah terobosan datang, melalui sebuah kebetulan. Saat itu seorang paman dari Gao ditangkap karena tindak pidana ringan. Dia memberikan sampel DNA.

Hasil tes DNA itu membuat polisi mengaitkannya dengan Gao: bahwa pembunuhan berantai itu pasti dilakukan oleh seorang kerabat sang paman - yang kemudian dipastikan bahwa sang buron itu adalah Gao.

Di Pengadilan Baiyin, hakim menyebut Gao melakukan serangkaian tindakan jahat tak terbayangkan, dan menjatuhinya dengan hukuman mati.

Eksekusinya pada hari Kamis diumumkan oleh pengadilan di akun media sosial Weibo mereka.

Di China, eksekusi hukuman mati sebagian besar dijalankan dengan suntikan atau regu tembak, namun belum jelas bagaimana eksekusi terhadap Gao dilakukan. [bbc/lat]

Komentar

x