Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 18:35 WIB

Perempuan India Tuntut Kesetaraan Gender

Wow, Rantai Manusia Sepanjang 620 Km

Rabu, 2 Januari 2019 | 18:54 WIB
Wow, Rantai Manusia Sepanjang 620 Km
(Foto: BBC)

INILAHCM, Kerala--Jutaan perempuan di negara bagian Kerala, India, membentuk rantai manusia sepanjang 620 km "untuk menyuarakan kesetaraan gender", menyusul perselisihan tentang akses perempuan ke kuil Hindu yang terkenal di sana.

Kuil Sabarimala secara historis tertutup bagi wanita "usia menstruasi"--antara 10 sampai 50 tahun.

Pengadilan tinggi India membatalkan larangan itu pada bulan September, tetapi para pengunjung perempuan tetap tak bisa masuk karena ribuan orang berunjuk rasa di kuil itu dan menghalangi mereka dengan berbagai cara.

Beberapa waktu lalu, sejumlah transgender bisa masuk kuil karena dianggap bukan perempuan.

Unjuk rasa perempuan kali ini, disebut 'tembok perempuan,' digalang oleh pemerintah koalisi negara bagian itu yang berhaluan kiri, demikian lapor BBC, Rabu (2/1/2019).

Para pejabat mengatakan kepada wartawan BBC Hindi, Imran Qureshi bahwa sekitar lima juta perempuan dari berbagai pelosok Kerala berkumpul di semua jalan raya nasional untuk membentuk rantai hidup, yang membentang dari ujung utara Kasaragod ke ujung selatan di Thiruvanthapuram.

Para penyelenggara memperkirakan, perempuan yang turun membentuk rantai itu jumlahnya sekitar tiga juta orang.

Para pejabat mengatakan demonstrasi singkat itu digalang untuk memerangi ketidak-setaraan dan melawan upaya kelompok-kelompok sayap kanan yang hendak terus menerapkan larangan terhadap perempuan.

Seorang demonstran, Kavita Das, mengatakan kepada BBC Hindi, "Ini adalah cara yang bagus untuk mengatakan betapa kuatnya perempuan, dan bagaimana kita dapat memberdayakan diri kita sendiri dan saling membantu. Tentu saja, saya mendukung gerakan untuk memungkinkan perempuan dari segala usia masuk ke kuil. Mereka yang ingin berdoa harus memiliki hak untuk berdoa. Tradisi apa pun tak boleh menghambat perempuan."

Perempuan lain, Tanuja Bhattadri, mengatakan, "Sabarimala bukan masalah utama di sini hari ini. Saya percaya bahwa lelaki dan perempuan itu setara." [bbc/lat]

Komentar

x