Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 02:20 WIB

Trump-Erdogan Bicara Lama Lewat Telepon

Senin, 24 Desember 2018 | 10:35 WIB

Berita Terkait

Trump-Erdogan Bicara Lama Lewat Telepon
(Foto: voaindonesia)

INILAHCOM, Washington DC--President AS Donald Trump mengatakan dia dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara tentang penarikan militer AS dari Suriah "dalam percakapan telepon yang lama dan produktif".

Seperti ditulis VOA, Senin (24/12/2018), Trump tidak memberikan rincian mengenai percakapannya. Tapi dia mentweet dia dan Erdogan membahas tentang ISIS, perdagangan, dan apa yang disebutnya "penarikan tentara AS dari wilayah itu secara perlahan dan sangat terkoordinasi."

Kantor Erdogan mengatakan dalam pernyataan dia dan Trump sepakat untuk "memastikan koordinasi antara para pejabat militer, diplomatik, dan lainnya untuk menghindari kekosongan kekuasaan yang bisa menyebabkan penyalahgunaan dari fase penarikan dan transisi di Suriah."

Erdogan mengatakan akhir pekan lalu bahwa Turki menunda sebuah operasi terhadap pasukan Kurdi di Suriah pasca keputusan Trump itu.

Trump telah menyatakan ISIS dikalahkan dan mengatakan sudah waktunya bagi para anggota koalisi anti-ISIS untuk ambil sikap dan memberantas kantong-kantong ISIS yang tersisa.

Namun, para pemimpin Kurdi mengatakan, mereka telah kehilangan ribuan nyawa untuk memperjuangkan tujuan AS dan kini mereka merasa dikhianati.

Mizgin Gemo, seorang pembuat film keturunan Kurdi, mengatakan, "Ini seperti tikaman dari belakang bagi Kurdi. Saya harap rakyat Amerika mempertimbangkan kembali langkah ini dan memahami bahwa apa yang dikorbankan rakyat Kurdi itu tidak kecil."

Pemerintahan Trump telah mendukung kepemimpinan Kurdi dalam pertempuran darat melawan ISIS, meski ada keberatan dari Turki. Aliansi pimpinan Kurdi yang didukung AS telah berhasil mengusir ke luar para militan dari kubu-kubu pertahanan mereka di Suriah Timur Laut dan menciptakan wilayah otonomi de facto bagi mereka sendiri.

Sekitar 2.000 tentara AS ditempatkan di Suriah Utara yang berfungsi sebagai zona penyangga antara kawasan-kawasan pemerintah yang didukung Iran dan Rusia, dan kawasan-kawasan yang dikontrol oposisi. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x