Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 09:45 WIB

PM Sri Lanka Mundur

Sabtu, 15 Desember 2018 | 21:20 WIB

Berita Terkait

PM Sri Lanka Mundur
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa - (Foto: voa)

INILAHCOM, Kolombia--Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, Sabtu (15/12/2018), mengundurkan diri, dengan mengatakan ia ingin mengakhiri kebuntuan politik yang sudah berlangsung lama terkait pengangkatannya dan mengijinkan presiden untuk membentuk pemerintah baru.

Rajapaksa menandatangani surat pengunduran dirinya di hadapan sejumlah wartawan. Belum jelas apakah surat itu telah diserahkan kepada Presiden Maithripala Sirisena.

"Karena saya tidak berniat untuk tetap menjabat sebagai perdana menteri tanpa diadakannya pemilu, dan agar tidak menghambat presiden dengan cara apapun; maka saya mengundurkan diri dari posisi perdana menteri dan memberi jalan bagi presiden untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan Rajapaksa.

Ia akan menyampaikan pidato resmi Sabtu malam dimana ia diperkirakan akan menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

Lakshman Yapa Abeywardena, pengacara yang dekat dengan Rajapaksa, hari Jumat (14/12/2018) mengatakan kepada wartawan bahwa Rajapaksa memutuskan untuk mengundurkan diri guna mengakhiri krisis politik yang terjadi sejak Oktober lalu, ketika Sirisena memberhentikan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Sirisena kemudian menunjuk Rajapaksa sebagai perdana menteri baru, tetapi parlemen dua kali menolak penunjukan itu.

Pengunduran diri Rajapaksa terjadi hanya satu sehari setelah Mahkamah Agung memperpanjang putusan pengadilan tinggi yang menangguhkan penunjukkan Rajapaksa dan kabinetnya. Pengadilan tinggi menunda pembahasan hal ini hingga masa sidang berikutnya pada pertengahan Januari, dimana mereka akan mengambil keputusan terhadap perdana menteri yang sudah dua kali mendapat mosi tidak percaya dari parlemen itu.

Sri Lanka tidak memiliki pemerintahan selama hampir dua minggu dan berpotensi gagal meloloskan anggaran untuk pengeluaran tahun depan jika pemerintahan baru tidak segera ditunjuk. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x