Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 09:24 WIB

Tentara Dua Korea Periksa Bongkar Pos Penjaga

Kamis, 13 Desember 2018 | 11:34 WIB

Berita Terkait

Tentara Dua Korea Periksa Bongkar Pos Penjaga
(Foto: AP)

INILAHCOM, Panmunjon--Tentara Korea Utara dan Korea Selatan melintasi perbatasan mereka yang dijaga ketat untuk memeriksa upaya membongkar pos penjaga garis depan dari kedua belah pihak. Demikian VOA, Kamis (13/12/2018).

Tim inspeksi dari Korea Selatan disambut oleh tentara Korea Utara ketika mereka memasuki Zona Demiliterisasi (DMZ), Rabu (12/12/2018) pagi. Kedua pihak saling berjabat tangan dan berbagi rokok sebelum tentara Korea Selatan menyeberangi perbatasan untuk memulai inspeksi mereka.

Korea Selatan mengunjungi 11 pos penjagaan Korea Utara untuk memastikan pos tersebut telah dibongkar atau dilucuti, dan bangunan bawah tanah apakah dibiarkan sebagaimana adanya.

Tim inspeksi Korea Utara melintasi perbatasan beberapa jam kemudian untuk melakukan inspeksi serupa pada 11 pos perbatasan Korea Selatan. Meskipun tindakan itu dilakukan, sekitar 200 pos yang dijaga tentara masih ditempatkan di sepanjang DMZ--perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia, dipenuhi dengan jutaan ranjau darat dan ditandai dengan deretan panjang pagar kawat berduri.

Pembongkaran pos-pos penjaga di DMZ adalah bagian dari perjanjian militer komprehensif yang dicapai antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Tujuannya, mengurangi ketegangan militer di semenanjung Korea, termasuk melucuti Daerah Keamanan Bersama, yang dikenal sebagai desa gencatan senjata Panmunjon, pemindahan semua ranjau darat, pos jaga, pengawasan dan peralatan militer lainnya.

Daerah Keamanan Bersama, yang dikuasai Seoul dan Pyongyang bersama Komando PBB yang dipimpin AS, adalah satu-satunya tempat di DMZ sepanjang 250 kilometer di mana pasukan Korea Utara dan Korea Selatan berhadapan langsung. Ketiga pihak telah menguasai wilayah itu sejak Perang Korea berakhir pada tahun 1953, menyebabkan Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis dalam keadaan perang. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x