Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Maret 2019 | 08:11 WIB

Ramai-ramai Malaysia Mandailing Pulang Kampung

Selasa, 11 Desember 2018 | 10:32 WIB

Berita Terkait

Ramai-ramai Malaysia Mandailing Pulang Kampung
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Kuala Lumpur--Dalam lima tahun terakhir, jumlah perkumpulan warga Malaysia keturunan Mandailing yang menyeberang ke Sumatera Utara untuk 'pulang kampung' melihat tanah leluhur dan bertemu sanak saudara, terus meningkat.

Warga keturunan Mandailing di Malaysia jumlahnya ratusan ribu orang, menurut sejarawan. Di negeri jiran, mereka membuat kelompok untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk mencari sanak saudara di Mandailing.

Hafizah Kamaruddin, generasi kedua dari keluarga Mandailing yang lahir di Malaysia, termasuk di antara mereka yang bertemu dengan sanak keluarganya untuk pertama kalinya tahun lalu.

"(Saya rasa) amat-amat gembira sekali. Tahun lalu saya pergi untuk menghadiri perkawinan sepupu saya di Medan dan dapat bertemu dengan saudara-saudara dari Hutapungkut. Pertama kali bertemu saudara-saudara ini, walaupun kita tak pernah jumpa tapi semangat persaudaraan itu dapat dirasakan betapa mesranya kami, eratnya kami, walaupun pertama kali berjumpa," kata Hafizah kepada BBC News Indonesia, seperti dilaporkan, Selasa (11/12/2018).

Perjalanan ke Mandailing ini diselenggarakan oleh sejumlah perkumpulan antara lain Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI). Kelompok ini membantu keluarga-keluarga keturunan Mandailing di Malaysia untuk melacak kembali sanak saudara mereka.

Sejarawan Abdur-Razzaq Lubis mengatakan pertemuan ataupun berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Mandailing ini merupakan "romantisme untuk mencari tanah leluhur."

Selama pertemuan ataupun kegiatan yang dilaksanakan kelompok ini, mereka biasanya bercerita soal asal usul keluarga, tarian, makanan serta membicarakan keberhasilan para pemimpin keturunan Mandailing.

Sejumlah warga Mandailing tercatat dalam sejarah Malaysia antara lain menjadi pendiri sejumlah kota, yang terpenting di antaranya adalah Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia saat ini, kata Abdur-Razzaq. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x