Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 14:20 WIB

Lopez Obrador Dilantik Jadi Presiden Baru Meksiko

Minggu, 2 Desember 2018 | 06:47 WIB

Berita Terkait

Lopez Obrador Dilantik Jadi Presiden Baru Meksiko
Presiden Andres Manuel Lopez Obrador (kiri) menerima selempang Kepresidenan Meksiko, didampingi Presiden Kongres, Porfirio Munoz Ledo, (tengah) dalam upacara pelantikan Presiden Meksiko di Kongres Nasional, Mexico City, - (Foto: AFP)

INILAHCOM, Mexico City--Andres Manuel Lopez Obrador dilantik menjadi presiden baru Meksiko. Ia menjabat dengan posisi sangat berkuasa karena keberhasilan koalisi menguasai kedua majelis di Kongres. Demikian VOA melaporkan, Minggu (2/12/2018).

Lopez Obrador, yang dilantik Sabtu (1/12/2018) menjanjikan pemerintahan yang lebih cermat dibanding pendahulunya, Enrique Pena Nieto. Ia antara lain mengatakan akan menjual pesawat kepresidenan.

Lopez Obrador yang berusia 65 tahun menjadi andalan politik Meksiko. Pada usia muda ia menjadi anggota Partai Revolusioner Institusional yang beraliran kanan-tengah, atau PRI yang menguasai pemerintah Meksiko selama delapan dekade.

Namun pada tahun 1980an ketika terjadi keretakan dalam koalisi PRI, Lopez Obrador menjadi salah seorang dari banyak politisi kiri yang keluar dari PRI dan bergabung dengan Partai Revolusi Demokratik PRD.

Pada tahun 2000 Lopez Obrador, yang masih anggota PRD, terpilih sebagai walikota Meksiko City, ibukota dan sekaligus kota berpenduduk terpadat di negara itu. Ia mencuri perhatian nasional ketika membuat program sosial bagi warga miskin dan lansia, serta memperbaiki infrastruktur kota itu.

Setelah masa jabatannya sebagai walikota berakhir pada tahun 2005, Lopez Obrador berupaya menduduki jabatan yang lebih tinggi, menjadikannya sebagai calon presiden pada tahun 2006. Selama pertarungan sengit itu ia dinilai sebagai unggulan. Tetapi kemudian Felipe Calderon dari Partai Aksi Nasional yang condong ke kanan hampir mengalahkannya, setelah memberinya label sebagai tokoh sosialis.

Tahun 2012 Lopez Obrador bertarung kembali untuk kedua kalinya sebagai calon presiden, tetapi kalah atas Enrique Pena Nieto dari PRI. Pena Nieto terbukti tidak populer pada masa pemerintahannya seiring dengan melesatnya angka pembunuhan di Meksiko, anjloknya nilai mata uang peso, dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Trump telah berulangkali menggunakan retorika anti-Meksiko dan berjanji akan membangun tembok di perbatasan kedua negara.

Konstitusi Meksiko hanya mengijinkan presiden menjabat untuk satu masa jabatan, karena itu Pena Nieto tidak dapat bertarung lagi dalam pemilu kali ini. Oleh karena itu Lopez Obrador, yang memimpin Gerakan Regenerasi Nasional--yang baru saja dibentuk--mampu memanfaatkan ketidakpuasan rakyat terhadap status quo dan akhirnya memenangkan pemilu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x