Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Maret 2019 | 07:54 WIB

AS, Meksiko Janji Tindakan Keras di Perbatasan

Selasa, 27 November 2018 | 05:36 WIB

Berita Terkait

AS, Meksiko Janji Tindakan Keras di Perbatasan
Polisi Meksiko berlari ketika mereka mencoba untuk mencegah migran melewati perbatasan Chaparral di Tijuana, Meksiko, dekat San Ysidro, California - (Foto: AP)

INILAHCOM, Tijuana--Pihak berwenang Meksiko dan AS berjanji untuk mengadili mereka yang terlibat dalam kekerasan di perbatasan. Demikian VOA mengabarkan, Senin (26/11/2018).

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pawai damai untuk memprotes waktu yang mereka anggap lama proses permohonan suaka berakhir. Sekelompok migran berusaha menyeberang dan para petugas patroli perbatasan AS menanggapi dengan tembakan gas air mata.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen, mengatakan personel Bea Cukai dan Patroli Perbatasan "terkena proyektil yang dilemparkan oleh para anggota karavan," dan insiden itu mendorong petugas untuk menggunakan gas air mata "karena risiko keamanan bagi para petugas."

Kementerian Dalam Negeri Meksiko mengatakan bahwa pihak berwenang berhasil menahan sekitar 500 orang yang "dengan kekerasan" berusaha menyeberangi perbatasan dekat gerbang masuk San Ysidro. Mereka yang diidentifikasi terlibat dalam insiden tersebut akn segera dideportasi.

Pernyataan itu mengatakan bahwa pemerintah Meksiko menghormati hak asasi manusia dan non-kriminalisasi para migran. Dikatakan, pemerintah tidak akan mengerahkan pasukan militer untuk mengontrol para migran, tetapi Meksiko akan memperketat penjagaan titik-titik perbatasan di mana orang berusaha menerobos.

Pemerintah kota Tijuana mengatakan, petugas menangkap 39 orang.

Sekitar 5.000 orang--sebagian besar dari Honduras, Guatemala dan El Salvador--telah berkumpul di Tijuana setelah melakukan perjalanan dalam karavan untuk mencari suaka agar keluar dari kemiskinan dan kekerasan di tanah air mereka. Banyak di antara mereka menyatakan frustrasi dengan waktu tunggu yang lama bagi kasus mereka untuk dipertimbangkan.

San Ysidro adalah gerbang masuk darat yang paling sibuk ke wilayah Amerika, dan pihak berwenang di sana saat ini memproses sekitar 100 pencari suaka per hari. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x