Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 13:23 WIB

Kongres Kecam Dukungan Trump kepada Saudi

Jumat, 23 November 2018 | 08:25 WIB

Berita Terkait

Kongres Kecam Dukungan Trump kepada Saudi
(Foto: voa)

INILAHCOM, Washington DC--Para anggota Kongres AS dengan tajam mengecam Presiden Donald Trump karena mendukung teguh Arab Saudi, meskipun mengakui Pangeran Mohammad bin Salman mungkin mengetahui tentang pembunuhan terhadap kontributor Washington Post, Jamal Khashoggi.

Para anggota Kongres dari kedua partai politik marah. Mereka mengatakan AS tidak boleh meninggalkan nilai-nilai intinya untuk kepentingan ekonomi. Koresponden VOA, Cindy Saine, melaporkan dari Departemen Luar Negeri AS, Kamis (22/11/2018) waktu setempat.

Pembunuhan dan mutilasi terhadap jurnalis Khashoggi--yang bermukim di AS--pada tanggal 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul, Turki tidak menyebabkan Presiden Donald Trump mengubah kebijakan Washington terhadap Saudi.

Hari Selasa (21/11/2018), Trump memberikan reaksi ketika ditanya tentang laporan bahwa CIA sangat yakin Putra Mahkota Kerajaan Saudi memerintahkan pembunuhan itu.

"Dan faktanya adalah, mungkin dia memang memerintahkan pembunuhan itu, tapi juga mungkin tidak. Jika Anda melihat Iran, apa yang telah mereka lakukan, mereka telah menjadi aktor yang buruk. Anda melihat apa yang terjadi di Suriah dengan Presiden Bashar al-Assad dan ratusan ribu orang yang terbunuh? Kita bersama Arab Saudi. Kita tetap bersama Arab Saudi," tegas Trump.

Para anggota Kongres dari kedua partai mengecam pernyataan solidaritas Trump dengan Saudi itu, termasuk Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker.

"Ini adalah situasi yang rumit ketika kita memiliki sekutu jangka panjang yang telah bersahabat selama bertahun-tahun, selama beberapa dekade, tetapi ada Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang saya yakini memerintahkan pembunuhan seorang jurnalis. Dan menurut saya, bahasa yang digunakan (oleh Gedung Putih), seolah-olah mereka sedang menulis siaran pers untuk Arab Saudi dan bukan untuk Amerika Serikat," komentar Bob Corker.

Dalam cuitan di Twitter, sesama Senator Republik Lindsey Graham menyatakan bahwa AS harus berurusan dengan "situasi yang tidak sempurna di panggung internasional," tetapi dia memperingatkan bahwa "ketika kita kehilangan suara moral kita, maka kita kehilangan aset terkuat kita."

Analis Aaron David Miller dari lembaga studi kebijakan, Wilson Center menilai, Trump telah bertindak pilih-pilih dalam memprioritaskan masalah hak asasi manusia.

"Kita ingin Saudi membendung Iran. Kita ingin Saudi memfasilitasi terciptanya perdamaian Israel-Palestina. Kita ingin memuji kredensial reformis Mohammad bin Salman, tapi mengabaikan fakta bahwa dia juga memimpin tindakan keras terhadap pembunuhan Khashoggi," jelas Miller. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x