Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 13:46 WIB

Berlin Cekal 18 Warga Saudi di Zona Schengen

Selasa, 20 November 2018 | 04:05 WIB

Berita Terkait

Berlin Cekal 18 Warga Saudi di Zona Schengen
(Foto: voa)

INILAHCOM, Brussels--Menteri luar negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa Berlin akan melarang 18 warga Saudi memasuki zona bebas visa Schengen di Eropa karena adanya dugaan mereka terkait dengan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

Heiko Maas mengatakan dia telah berkonsultasi dengan Perancis dan Inggris sebelum mengumumkan larangan itu.

"Ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dalam kasus ini, dengan kejahatan itu sendiri dan siapa yang ada di belakangnya," kata Mass di sela-sela pertemuan Uni Eropa di Brussels, seperti dilaporkan VOA, Selasa (20/11/2018).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah mendapat penjelasan lengkap tentang rekaman audio pembunuhan wartawan Saudi di dalam konsulat Riyadh di Istanbul bulan lalu, tetapi tidak memiliki niat untuk mendengarkannya karena kekerasan yang bisa didengarkan dari remakam itu.

"Sangat kejam, sangat ganas dan mengerikan," kata Trump.

Trump mengatakan bahwa Pemerintah AS akan merilis temuannya mengenai pembunuhan 2 Oktober atas Khashoggi itu pada hari Selasa (20/11/2018) ini.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan tidak ada kesimpulan akhir yang telah dicapai, meskipun beberapa media berita AS telah melaporkan bahwa Badan Intelijen Pusat (CIA) telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Mohammad bin Salman, pemimpin de facto pemerintahan Arab Saudi, telah memerintahkan pembunuhan itu.

Arab Saudi telah mengajukan dakwaan terhadap 11 orang yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Khashoggi dan mengatakan akan menuntut hukuman mati terhadap lima di antara mereka.

Trump mendapat laporan hari Sabtu lalu mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh AS atas pembunuhan Khashoggi itu melalui telepon dari Direktur CIA Gina Haspel dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo selagi presiden berada di pesawat kepresidenan Air Force One dalam penerbangan ke California untuk meninjau kehancuran akibat kebakaran hutan di negara bagian itu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x