Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 08:15 WIB

AS Bersumpah Ungkap Pembunuh Khashoggi

Minggu, 18 November 2018 | 05:35 WIB

Berita Terkait

AS Bersumpah Ungkap Pembunuh Khashoggi
Kerajaan Arab Saudi menyatakan putra mahkota tidak mengetahui soal rencana pembunuhan itu. - (Foto: BBC)

INILAHCOM, Washington DC--Wakil Presidan AS Mike Pence bersumpah akan membuat pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi bertanggung jawab.

Berbicara di sela-sela konferensi tingkat tinggi di Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018), Pence mengatakan AS akan "berusaha dengan sekuat tenaga mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut."

Media AS sebelumnya memberitakan, Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, sebut media AS.

Sumber yang dekat dengan badan intelijen itu menyebut CIA sudah menganalisa bukti-bukti yang ada secara mendetail.

Kendati tidak terdapat bukti yang mengarahkan pembunuhan itu secara langsung terhadap sang pangeran, namun pejabat AS mengatakan operasi tersebut membutuhkan persetujuan putra mahkota.

Kerajaan Arab Saudi membantah tudingan tersebut dan mengatakan Pangeran Mohammad bin Salman tidak mengetahui mengenai upaya pembunuhan tersebut.

Saudi bersikukuh Khashoggi terbunuh dalam aksi 'operasi liar'.

Khashoggi tewas di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober silam. Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut perintah pembunuhan itu datang dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi.

Koran The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, menyebut pemeriksaan CIA sebagian berdasarkan pada panggilan telepon dari kakak putra mahkota, Pangeran Khaled bin Salman, yang merupakan Duta Besar Saudi untuk AS.

Pangeran Khaled diduga menghubungi Khashoggi atas perintah putra mahkota dan meyakinkan sang jurnalis bahwa aman baginya untuk mendatangi konsulat.

Namun, Pangeran Khaled mengatakan dia sudah tidak berkomunikasi dengan Khashoggi nyaris selama satu tahun. Dia juga membantah 'menganjurkan' Khashoggi--yang tengah berada di London untuk mengikuti konferensi sebelum menghilang--untuk pergi ke Turki demi alasan apapun.

Selain itu, CIA juga memeriksa panggilan telepon kepada asisten senior Pangeran Mohammad bin Salman, dari tim yang melakukan pembunuhan.

Sumber dari media AS menekankan bahwa tidak ada satu pun bukti yang mengarah langsung pada putra mahkota, namun CIA yakin pelaksanaan operasi tersebut membutuhkan persetujuannya.

"Pemahaman yang bisa diterima adalah tidak mungkin hal ini terlaksana tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan putra mahkota," tulis The Washington Post, mengutip sumber tersebut. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x