Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 07:15 WIB

Memoar Buku Terbit

Michelle Obama Tidak Memaafkan Trump

Sabtu, 10 November 2018 | 11:31 WIB

Berita Terkait

Michelle Obama Tidak Memaafkan Trump
Mantan Ibu Negara AS Michelle Obama dengan Presiden AS Donald Trump - (Foto: Politico)

INILAHCOM, Jakarta--Mantan Ibu Negara AS Michelle Obama baru saja mengeluarkan memoarnya yang mengungkapkan bahwa dia tidak akan pernah memaafkan Donald Trump karena membahayakan keselamatan keluarganya.

Dalam buku itu Michelle juga mengisahkan hubungan pernikahannya dan kehamilannya. Demikian BBC melaporkan, Sabtu (10/11/2018).

Setelah dirilis, Ibu Negara keturunan Afrika pertama itu akan tur ke 10 kota untuk mempromosikan buku 426 halaman itu.

Dalam buku Becoming, Michelle Obama mengatakan dia akan "tidak pernah memaafkan" Presiden Trump karena memperjuangkan teori bahwa suaminya tidak lahir di AS, menurut perikan yang diperoleh oleh media AS.

"Seluruh hal (kelahiran) itu gila dan kejam, tentu saja, kefanatikan dan xenofobia yang mendasari hal itu hampir tidak dapat disembunyikan," tulisnya.

"Bagaimana jika seseorang yang jiwanya tak stabil pergi ke Washington membawa senjatanya? Bagaimana jika orang itu mencari anak-anak perempuan kami? Donald Trump, dengan sindirannya yang lantang dan sembrono, membahayakan keselamatan keluarga saya. Dan untuk ini saya akan jangan pernah memaafkannya."

Dia mengatakan terkejut akan kemenangan Presiden Trump dan "berusaha untuk tidak terpengaruh dengan itu".

Sebelum meninggalkan Gedung Putih ke Paris pada hari Jumat, Trump merespon beberapa kutipan dari buku Michelle Obama.

"Michelle Obama mendapat banyak uang untuk menulis sebuah buku dan mereka selalu memaksa Anda muncul dengan kontroversi. Saya akan memberikan beberapa ke Anda."

"Saya tidak akan pernah memaafkannya atas apa yang dia lakukan pada militer Amerika Serikat karena tidak mendanainya dengan benar," kata Trump, mengacu pada pendahulunya, Barack Obama.

"Apa yang dia lakukan pada militer kita membuat negara ini sangat tidak aman," lanjutnya.

Michelle Obama, mantan pengacara dan administrator rumah sakit, mengatakan kepada stasiun TV AS, ABC, bahwa setelah kegugurannya, "Saya merasa gagal karena saya saat itu tidak tahu bahwa keguguran adalah hal umum adalah karena kita tidak berbicara tentang hal itu."

"Kita merasakan kesakitan kita sendiri, berpikir bahwa kita telah rusak," katanya, sambil menambahkan bahwa "penting untuk berbicara ke para ibu muda tentang fakta bahwa keguguran biasa terjadi".

Dia mengatakan bahwa ketika dia berusia sekitar 34 tahun, dia menyadari bahwa "jam biologis itu nyata" dan "produksi sel telur itu terbatas", yang membuatnya memutuskan untuk melakukan fertilisasi in vitro.

"Saya pikir hal terburuk yang dapat kita lakukan kepada satu sama lain sebagai perempuan, adalah tidak berbagi kebenaran tentang tubuh kita dan bagaimana mereka bekerja," kata Michelle kepada Robin Roberts dari Good Morning America di ABC.

Michelle Obama mengungkapkan bahwa hubungannya sebagai suami-istri kadang-kadang bergolak, terutama setelah suaminya masuk badan legislatif negara bagian, meninggalkannya di rumah sendiri dan terpaksa menyuntik IVF sendiri.

"Konseling pernikahan bagi kami adalah salah satu cara di mana kami belajar bagaimana membicarakan perbedaan kami," katanya kepada ABC.

Dia juga menggambarkan jatuh cinta dengan Obama pada suatu malam pada musim panas di Chicago.

"Segera setelah saya membiarkan diri saya membuka diri untuk Barack," tulisnya, "perasaan itu datang mendadak - ledakan nafsu, syukur, kepuasan, dan keajaiban."

"Saya tahu terlalu banyak pasangan muda yang berjuang dan berpikir bahwa ada yang salah dengan mereka. Dan saya ingin mereka tahu bahwa Michelle dan Barack Obama, yang memiliki pernikahan yang fenomenal dan yang saling mencintai, kami mengusahakan pernikahan kami."

"Dan kami mencari bantuan atas pernikahan kami ketika kami membutuhkannya."

Dia juga menggambarkan jatuh cinta dengan Obama pada suatu malam pada musim panas di Chicago.

"Segera setelah saya membiarkan diri saya membuka diri untuk Barack," tulisnya, "perasaan itu datang mendadak - ledakan nafsu, syukur, kepuasan, dan keajaiban." [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x