Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 02:51 WIB

AS Resmi Jatuhkan Sanksi terhadap Iran

Senin, 5 November 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

AS Resmi Jatuhkan Sanksi terhadap Iran
Unjuk rasa anti-Amerika di Teheran, Iran. - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC--Amerika Serikat (AS) resmi menjatuhkan sanksi "terberat" terhadap Iran, Senin (5/11/2018), di tengah unjuk rasa masyarakat Iran yang mengecam tindakan AS.

"Sanksi terhadap Iran sangatlah kuat. Ini adalah sanksi terkuat yang pernah kami terapkan. Dan, kita akan melihat apa yang terjadi dengan Iran," kata Presiden AS Donald Trump.

Sanksi ekonomi AS terhadap Iran ini diawali oleh keputusan Presiden Donald Trump pada awal tahun ini yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Para pengamat mengatakan sanksi terbaru AS ini akan memukul Iran, utamanya terkait ekspor minyak, perbankan, hingga pengiriman barang.

Keputusan AS ini menimbulkan reaksi warga Iran yang pada Minggu (4/11/2018) menggelar unjuk rasa di beberapa kota. Mereka meneriakkan yel-yel "Death to America."

Para pengunjuk rasa, yang dimotori kelompok garis keras, menolak upaya perundingan dengan Washington.

Sebagai reaksi lebih lanjut terhadap sanksi itu, militer Iran dilaporkan akan menggelar latihan pertahanan udara pada Senin (5/11/2018) dan Selasa (6/11/2019) untuk membuktikan kemampuan pertahanan mereka.

Unjuk rasa anti-AS berlangsung bertepatan dengan ulang tahun ke-39 pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran, yang menyebabkan permusuhan antara kedua negara selama empat dekade.

Washington kembali memberlakukan sanksi kepada Iran setelah Presiden Trump pada Mei lalu menarik dari kesepakatan 2015 yang ditujukan untuk membatasi ambisi nuklir Iran.

Washington juga mengatakan ingin menghentikan apa yang disebutnya sebagai beragam kegiatan "jahat" Teheran, termasuk serangan dunia maya, uji coba rudal balistik, dan dukungan terhadap kelompok teroris dan milisi di Timur Tengah.

"Kami bekerja optimal untuk memastikan bahwa kami mendukung rakyat Iran dan bahwa kami mengarahkan kegiatan kami untuk memastikan bahwa perilaku buruk Republik Islam Iran dapat berubah," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kepada Fox News Sunday.

"Itulah tujuannya, itulah misinya, dan itulah yang akan kami raih atas nama presiden," paparnya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x