Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 13:28 WIB

Israel Ingin "Hubungan Istimewa" dengan Indonesia

Selasa, 16 Oktober 2018 | 07:22 WIB

Berita Terkait

Israel Ingin
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - (Foto: telegraph)

INILAHCOM, Yerusalem--Secara terbuka Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan ingin menjalin "hubungan istimewa" dengan Indonesia. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Selasa (16/10/2018).

Pernyataan tersebut banyak diartikan sebagai keinginan Israel untuk membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia, wujud hubungan antar-negara yang belum pernah tercetus diinginkan oleh pihak Indonesia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (14/10/2018), mengungkapkan keinginannya untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia, seperti dilansir koran online yang berbasis di Israel, Times of Israel.

"Indonesia sangat, sangat penting bagi kita. Indonesia adalah negara yang sangat penting. Juga adalah salah satu negara terakhir di bumi yang tidak memiliki hubungan yang terbuka dan kuat dengan Israel. Mayoritas negara lain sudah," ungkap Netanyahu pada sebuah konferensi internasional wartawan-wartawan Kristen, di Yerusalem.

Dari total 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), ada 32 negara yang tidak mengakui atau tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Sebagian besar dari 32 negara tersebut adalah negara-negara di Timur Tengah dan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Terdapat lebih dari 200 juta warga Indonesia. Ada Muslim. Sebanyak puluhan juta orang menganut Kristen Kami ingin menjalin hubungan istimewa dengan mereka," lanjut Netanyahu.

Pernyataan sang perdana menteri itu disebut Times of Israel merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan Monique Rijkers, salah seorang wartawan dan "aktivis pro-Israel" dari Jakarta yang ikut dalam konferensi itu.

Merujuk keputusan Israel dan Indonesia yang pada Juni 2018 sempat saling melarang masuk turis dari negara masing-masing, Monique meminta Netanyahu untuk "membuka negaranya agar para peziarah asal Indonesia, bisa bebas berkunjung ke Israel".

Sampai tulisan ini diturunkan, belum ada komentar dari pemerintah Indonesia terkait pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersebut.

Namun, dalam berbagai pernyataan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), baik lewat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ataupun Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir menyebut Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, 'sampai kemerdekaan Palestina benar-benar terwujud'. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x