Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 13:05 WIB

Korea Utara Sepakat Tutup Lokasi Uji Coba Nuklir

Kamis, 20 September 2018 | 07:02 WIB

Berita Terkait

Korea Utara Sepakat Tutup Lokasi Uji Coba Nuklir
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - (Foto: thehill)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sepakat menutup salah satu lokasi utama pengujian dan peluncuran misil nuklir negaranya.

Informasi itu dikatakan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, setelah bertemu Kim untuk membahas program denuklirisasi Semenanjung Korea, Rabu (19/9/2018).

Kim mendeskripsikan perjanjian itu sebagai 'lompatan maju' untuk menciptakan perdamaian di kawasan tersebut.

Kim juga menyebut keinginannya mengunjungi Seoul dalam waktu dekat. Jika itu terwujud, ia akan menjadi pemimpin Korut pertama yang menginjakkan kaki di Korsel.

Fokus utama dalam pertemuan Kim dan Moon adalah persoalan denuklirisasi. Walaupun Korut memiliki kerangka kerja bersama Amerika Serikat untuk mencapai denuklirisasi, proses itu terhenti.

Kini Korut berusaha untuk menyatakan kembali komitmen mereka terhadap tujuan itu.

Moon mengatakan, Kim setuju untuk secara permanen menutup Tongchang-ri, fasilitas uji mesin dan peluncuran misil.

Kim juga disebutnya mengakui pentingnya pelibatan ahli dari sejumlah negara yang dapat memastikan pusat uji coba misil nuklir tersebut benar-benar ditutup.

Moon berkata, Kim juga sepakat menutup fasilitas nuklir Yongbyon jika AS benar-benar menentang lokasi itu. Selama ini Yongbyon diyakini memproduksi material untuk uji coba nuklir.

Rencana penghentian aktivitas di Yongbyon tak dipaparkan secara rinci.

Korut menghancurkan pusat uji coba nuklir utama mereka di Punggye-ri sebelum Kim bertemu Presiden AS, Donald Trump, Juni lalu.

"Hasilnya adalah kemenangan besar bagi Moon Jae-in, yang telah menggali serangkaian berita besar positif dari Kim Jong-un terkait denuklirisasi," kata Ankit Panda, editor The Diplomat, kepada BBC.

"Tidak ada perjanjian yang benar-benar merugikan Kim dan tak mendorong Korut mencapai target perlucutan senjata dalam jangka pendek."

"Sebaliknya, konsesi itu menjadi dasar rasa saling percaya yang membuat negoisasi AS-Korut dapat melangkah lebih maju," ujar Panda. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x