Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 17:40 WIB

Italia Berencana Larang Toko Buka Hari Minggu

Senin, 17 September 2018 | 19:33 WIB
Italia Berencana Larang Toko Buka Hari Minggu
Wakil Perdana Menteri Italia, Luigi di Maio - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Roma--Pemerintah Italia telah menimbulkan kegaduhan di kalangan pemilik toko karena mengatakan akan membatasi kegiatan belanja pada hari Minggu di seluruh negara.

Para pengecer mengeluh peraturan itu akan menghilangkan ribuan lapangan kerja apabila toko-toko tidak boleh buka seperti biasanya. Demikian VOA melaporkan, Senin (17/9/2018).

Wakil Perdana Menteri Italia Luigi di Maio, yang juga merangkap sebagai Menteri Industri dan Tenaga Kerja mengatakan, peraturan yang berlaku sekarang, yang dibuat oleh Perdana Menteri Mario Monti tahun 2012, perlu diganti. Pemerintah Italia, katanya membuat peraturan itu untuk mendongkrak perekonomian ketika terjadi krisis.

Di Maio menjelaskan latar belakang rencana larangan pembukaan toko pada hari Minggu itu. Menurutnya, menjelang akhir tahun, pemerintah akan mengesahkan peraturan yang melarang toko-toko buka pada hari Minggu. Katanya pembukaan toko pada hari Minggu itu "telah merusak banyak keluarga Italia," karena orang tua tidak punya waktu berkumpul dengan anak-anak mereka, karena anak-anak juga bekerja di toko sepanjang minggu.

Pengumuman pemerintah itu memicu berbagai reaksi penduduk. Seorang perempuan mengtatakan, dia menentang penutupan toko karena katanya, para pegawai toko bisa digilir untuk bekerja hari Minggu.

Ia suka berbelanja pada hari Minggu dan ini baik untuk perekonomian, tambahnya. Tapi orang lain mengatakan, penduduk mestinya punya sedikitnya satu hari untuk bisa berkumpul bersama keluarga, ide yang didukung oleh Gereja Katolik.

Kata Di Maio lagi, dengan sistem rotasi atau giliran, kira-kira 25 persen toko akan diperbolehkan buka hari Minggu, dan para walikota serta pemilik toko bisa memutuskan toko mana yang boleh buka dan mana yang harus tutup.

Perkumpulan pengusaha eceran mengatakan, sistem belanja online telah merugikan mereka dan rencana pemerintah itu hanya akan memperburuk keadaan.

Kata Domenico Gradara, kepala asosiasi pengecer besar di Italia, hari Minggu adalah hari kedua terbaik untuk pemasukan uang dan "puluhan ribu orang akan kehilangan pekerjaan kalau perdagangan dihentikan hari itu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x