Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 00:06 WIB

Kejahatan Seksual

100 Rohaniwan Diselidiki di Cile

Jumat, 14 September 2018 | 06:20 WIB

Berita Terkait

100 Rohaniwan Diselidiki di Cile
Fernando Karadima di dalam ruang pengadilan di Santiago, Chile. - (Foto: BBC)

INILAHCOM, Santiago--Di Cile, lebih dari 100 rohaniwan Katolik tengah diselidiki atas dugaan kejahatan seksual dan upaya untuk menutupinya.

Ini adalah skandal yang menghantui kepemimpinan Paus Fransiskus dan telah menggiring gereja Katolik di Cile terjerembab ke dalam krisis. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Kamis (13/9/2018).

Skandal itu dimulai beberapa dasawarsa lalu ketika seorang pria bernama Fernando Karadima, seorang pastor di Santiago, menjadi predator seksual paling terkenal di Cile.

"Ia menawarkan visi tentang panggilan dari Tuhan. Ia menunjukkan kepada Anda sebuah dunia yang sangat indah," kenang Dr James Hamilton, seorang ahli bedah lambung yang sekarang berusia 50-an tahun.

"Ia selalu mengatakan kepada kami bahwa ia dianugerahi kelebihan khusus-- semacam keajaiban--yang bisa ia lihat di setiap anak muda, jika mendapat panggilan dari Tuhan. Ia nyaris bagaikan orang suci."

Pada awal 1980-an, Pastor Fernando Karadima menawarkan perlindungan kepada James Hamilton yang kala itu masih remaja. Saat itu, Cile sudah 10 tahun berada di bawah kediktatoran Jendral Augusto Pinochet.

Di masa yang sarat akan pembunuhan dan penghilangan paksa itu, Karadima mendirikan komunitas gereja di kawasan elite Kota Santiago, El Bosque, yang memberikan jaminan keamanan.

"Bagi seorang remaja, tawaran itu bak lebah dan madu - terasa manis kala berada di dunia yang dirundung kesulitan, ketika Anda berjuang dengan keluarga Anda," kata James Hamilton.

Kini, Fernando Karadima berusia 88 tahun. Ia tinggal di sebuah biara dengan sebuah taman luas yang terletak di kawasan mewah Santiago.

Pada tahun 2011 Vatikan menyatakan ia bersalah atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, kadang-kadang dengan kekerasan.

Ia dijatuhi hukuman dengan menyendiri sembari berdoa, dan dilarang berhubungan dengan mantan anggota-anggota paroki, atau melakukan pelayanan publik.

Kasus Karadima ini mengguncang Cile. Kekesalan terhadap Gereja Katolik makin membara pada 2015. Kala itu, Paus Fransiskus menunjuk salah satu pemuka gereja, Juan Barros, sebagai uskup--seorang pria yang diduga melindungi Karadima. Warga Cile sangat berang.

Para pengunjuk rasa menyambut kedatangan Paus ketika ia mengunjungi Cile pada Januari 2018.

Sikap Paus yang menyebut tuduhan terhadap Uskup Barros sebagai "fitnah" menimbulkan kemarahan yang sangat besar.

Setelah ia meninggalkan Santiago, Paus Fransiskus dipaksa untuk menanggapi para pemrotes, dan mengirim dua utusan ke Cile untuk menyelidiki kasus pelecehan seksual ini.

Sejak saat itu krisis parah terjadi di Gereja Katolik. Utusan Vatikan membuat laporan sebanyak 2.300 halaman, dan Paus mengakui, "budaya pelecehan" di Cile. Lima uskup mengundurkan diri - termasuk Juan Barros.

Sementara itu, untuk pertama kalinya di Cile, jaksa sipil menyita dokumen gereja dalam serangkaian penggerebekan.

Kini, aparat Cile sedang menyelidiki 119 kasus pelecehan seksual dan upaya yang ditutup-tutupi oleh gereja. Sejauh ini sudah ada 178 korban yang teridentifikasi, hampir separuhnya adalah anak di bawah umur pada saat tuduhan pelecehan itu terjadi.

Uskup Agung Santiago, Kardinal Ricardo Ezzati, dipanggil oleh jaksa untuk bersaksi. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x