Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 04:19 WIB

Kejahatan Perang di Afghanistan, AS Tolak ICC

Selasa, 11 September 2018 | 08:23 WIB

Berita Terkait

Kejahatan Perang di Afghanistan, AS Tolak ICC
(Foto: AP)

INILAHCOM, Washington--Amerika Serikat (AS) akan menolak bekerjasama "dengan cara apapun" dengan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag jika kerjasama itu berpotensi memulai penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang oleh personil militer dan intelijen AS di Afghanistan.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, seperti dilaporkan VOA, Selasa (11/9/2018) mengatakan kepada Federalist Society di Washington DC bahwa pengadilan itu seharusnya tidak memiliki yurisdiksi terhadap warga AS atau orang-orang dari negara lain yang tidak pernah meratifikasi perjanjian pembentukan pengadilan itu pada tahun 2002.

Bolton menyebut ICC sebagai badan yang "secara fundamental tidak sah" dan "serangan terhadap hak-hak konstitusional Amerika." Ditambahkannya, AS bukannya menolak meminta pertanggungjawaban penjahat perang, tetapi jika kejahatan itu disangkakan terhadap mereka, maka seharusnya mereka "menghadapi tuntutan oleh pemerintah negara yang berdaulat."

Bolton mengatakan jika ICC melakukan penyelidikan terhadap tindakan militer AS di Afghanistan, AS akan melarang hakim dan jaksa ICC memasuki wilayah negara ini, membekukan setiap dana yang mereka miliki di institusi-institusi keuangan AS dan berupaya mengadili mereka di pengadilan AS.

Pada saat yang sama, Bolton mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS kini menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington DC sebagai tanggapan atas upaya Palestina membuat ICC mengadili tindakan Israel dan karena Palestina menolak perundingan langsung dengan Israel terkait perjanjian perdamaian.

Pemerintah Trump awalnya mengumumkan akan menutup kantor PLO itu tahun lalu karena upayanya membuat ICC menyelidiki Israel, tetapi kemudian mengubah keputusan tersebut.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah meminta ICC untuk menyelidiki dan mengadili pejabat-pejabat Israel karena "keterlibatan mereka dalam aktivitas permukiman dan agresi terhadap rakyat Palestina." [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x