Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 03:15 WIB

Dikecam, Hukuman terhadap 7 Jurnalis di Iran

Minggu, 2 September 2018 | 09:22 WIB
Dikecam, Hukuman terhadap 7 Jurnalis di Iran
Dua editor situs berita "Majzooban Noor": Mostafa Abdi (kiri) dan Reza Entesari - (Foto: VoaNews)

INILAHCOM, New York--Sebuah kelompok hak media mengecam apa yang disebutnya "hukuman berat" yang dijatuhkan penguasa Iran terhadap tujuh orang jurnalis.

Komite Bagi Perlindungan Jurnalis atau CPJ mengatakan, reporter dipenjarakan musim panas ini karena meliput protes pada Februari oleh kelompok agama Darwis Gonabadi, demikian VOA, Sabtu (1/9/2018).

Kelompok hak-hak media yang berbasis di New York, AS itu mengatakan peradilan Iran pada Juli dan Agustus menjatuhkan hukuman terhadap paling sedikit enam jurnalis yang berafiliasi dengan Majzooban Noor, sebuah situs berita yang memfokuskan perhatian pada minoritas Darwis Gonabadi, dan seorang jurnalis dari Ensaf, sebuah saluran media pemerintah, antara tujuh dan 26 tahun.

Seorang redaktur Majzooban Noor yang berbasis di Turki mengatakan kepada VOA pada Agustus, bahwa ke enam jurnalis itu dijatuhi hukuman yang jumlahnya 71 tahun.

"Tidak beralasan untuk menjatuhkan hukuman seberat itu selain fakta bahwa pemerintah Iran berusaha menekan kami untuk menutup Majzooban Noor, yang merupakan sumber berita untuk kelompok Darwis," demikian kata Alireza Roshan, seorang penulis dan penyair Darwis.

Darwis terlibat dalam protes Februari lalu setelah menuntut pembebasan anggota masyarakat mereka yang ditangkap dan pencabutan cekpoin keamanan di sekeliling rumah pemimpin mereka, Noor Ali Tabandeh, yang berusia 90 tahun. Anggota sekte Sufi ini sudah lama mengeluh tentang gangguan dari penguasa Shiah, yang menganggap mereka sebagai bidah.

Roshan mengatakan, Majzooban Noor telah menarik perhatian internasional terhadap pelanggaran HAM oleh penguasa Iran terhadap kelompok Darwis, termasuk puluhan perempuan yang ditahan pada penumpasan protes kelompok Darwis pada Februari.

Peradilan Iran menuduh reporter-reporter itu menyebarkan propaganda yang menentang rejim yang berkuasa. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x