Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 07:50 WIB

AS Tuntut Dua Warga Iran Mata-mata

Selasa, 21 Agustus 2018 | 15:13 WIB

Berita Terkait

AS Tuntut Dua Warga Iran Mata-mata
Departemen Kehakiman AS. - (Foto: VoaNews)

INILAHCOM, Washington DC--Amerika Serikat (AS) menuntut dua warga Iran dengan tuduhan melakukan pekerjaan mata-mata untuk Teheran, VOA melaporkan, Selasa (21/8/2018).

Mereka diduga mengumpulkan informasi tentang sebuah kelompok Iran di pengasingan, dan melakukan pengintaian terhadap lembaga-lembaga Yahudi di AS, demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS.

Majid Ghorbani dan Ahmadreza Mohammadi-Doostdar dituduh melakukan pengintaian rahasia terhadap fasilitas Israel dan Yahudi di AS, serta mengumpulkan informasi tentang anggota dari Mujahedin-e Khalq atau MEK, sebuah kelompok yang menyerukan penggulingan rezim di Iran.

Departemen Kehakiman AS menyatakan, Ghorbani akan dihadapkan pada sidang sehubungan penahanan dirinya di penjara federal, Selasa (21/8/2018) pagi di Washington.

Jaksa AS mengatakan, keduanya bertindak sebagai agen Pemerintah Iran, dan kegiatan mereka mengancam keselamatan warga AS.

"Divisi Keamanan Nasional bertekad untuk melindungi Amerika dari orang-orang di dalam negara kami yang secara ilegal bertindak demi kepentingan negara asing yang bermusuhan," kata Asisten Jaksa Agung John Demers dalam pernyataannya.

Menurut dakwaan itu, Ghorbani (59 tahun) yang tinggal di California dan Doostdar (38 tahun) yang memiliki dwi-kewarganegaraan, AS dan Iran, datang ke AS tahun lalu untuk mengumpulkan informasi tentang orang dan entitas yang oleh pemerintah Iran dianggap musuhnya.

Mereka dituduh melakukan pengintaian dan melakukan pemotretan terhadap Hillel House dan Rohr Chabad House, pusat-pusat Yahudi dekat University of Chicago, rapat umum oleh MEK di New York City, dan sebuah konvensi afiliasi MEK di Washington seputar HAM di Iran. Ghorbani tampaknya memotret dari hadirin dan pembicara di konvensi itu, kata Departemen Kehakiman dalam pernyataannya.

Keduanya ditangkap pada 9 Agustus, dan masing-masing bisa dihadapkan pada hukuman penjara 35 tahun seandainya terbukti bersalah. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x