Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 05:13 WIB

China Bantah Tahan 1 Juta Muslim Uighur

Selasa, 14 Agustus 2018 | 07:45 WIB

Berita Terkait

China Bantah Tahan 1 Juta Muslim Uighur
Masjid Agung Weizhou - (Foto: abc.net)

INILAHCOM, Jenewa--Pemerintah China membantah laporan tentang penahanan satu juta Muslim Uighur di Xinjiang. Demikian BBC melaporkan, Selasa (14/8/2018).

Seorang pejabat China mengatakan, warga Uighur menikmati hak-hak yang setara, namun "mereka yang tertipu oleh ekstremisme agama ... harus dibantu dengan permukiman kembali dan pendidikan kembali".

Pengakuan Beijing yang langka itu disampaikan dalam sebuah pertemuan PBB di Jenewa untuk menanggapi kecemasan yang diungkap di sana bahwa kawasan Xinjian "telah menyerupai kamp tahanan besar-besaran".

Sejak beberapa tahun terakhir, di Xinjiang kerap meletus kekerasan yang ditumpas dengan tindakan keras peremerintah.

China menuduh kaum militan Islam dan kalangan separatis sebagai pihak yang berada di balik berbagai kekerasan itu.

China mengirim delegasi beranggotakan 50 orang ke pertemuan Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial PBB yang berlangsung dua hari.

Pada hari Jumat pekan lalu, anggota komite Gay McDougall mengatakan dia prihatin dengan laporan bahwa Beijing telah "mengubah wilayah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp tahanan besar-besaran".

Dalam tanggapannya, pejabat Komite Sentral Partai Komunis China, Hu Lianhe, mengatakan, "Warga Xinjiang, termasuk orang Uighur, menikmati kebebasan dan hak yang setara."

"Anggapan bahwa satu juta orang Uighur ditahan, sepenuhnya tidak benar," tambahnya. Namun kemudian ia mengakui adanya program permukiman kembali dan pendidikan kembali atau reedukasi.

Para wartawan mengatakan merupakan hal tak biasa bagi China untuk memberikan penjelasan kepada publik tentang sesuatu terkait situasi di Xinjiang.

Sementara itu, koran pemerintah yang berbahasa Inggris, Global Times, berkilah pemerintah sekadar berusaha untuk mencegah agar Xinjiang tidak berubah menjadi "Suriah China" atau "Libya China".

"Ternyata (yang terjadi dengan) situasi keamanan Xinjiang telah (membuat kawasan itu) terhindar dari tragedi besar dan menyelamatkan jiwa banyak orang," tulis editorialGlobal Times.

Namun, anggota Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial PBB, Gay McDougall masih memintah penjelasan lebih lanjut.

"Anda bilang saya salah dalam hal jumlah yang menyebut satu juta. Nah, berapa banyak sebetulnya? Tolong beri tahu saya. Dan, dengan hukum apa mereka ditahan?" tanya McDougall

Dia lalu mempertanyakan berapa banyak orang yang menjalani "pendidikan kembali".

Sidang hari Jumat itu kebetulan bertepatan dengan memburuknya ketegangan agama di tempat lain di China.

Di wilayah Ningxia, ratusan Muslim terlibat bentrokan dengan aparat berwenang dalam upaya mereka mencegah penghancuran masjid mereka yang baru dibangun.

Para pejabat mengatakan Masjid Agung Weizhou belum mendapat izin bangunan yang memadai.

Namun kalangan Muslim setempat mempertanyakan, jika masalahnya izin, mengapa selama dua tahun pembangunan masjid itu aparat tak mberusaha menghentikan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x