Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 21:03 WIB

AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia

Kamis, 9 Agustus 2018 | 11:29 WIB

Berita Terkait

AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert - (Foto: voa)

INILAHCOM, Washington DC--AS mengumumkan sanksi baru atas Rusia setelah mengukuhkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas usaha pembunuhan seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris bulan Maret lalu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Rusia telah melanggar peraturan internasional karena menggunakan racun saraf atas warganya sendiri, demikian kaporan yang dikutip dari VOA, Kamis (9/8/2018).

Sanksi-sanksi AS mulai berlaku tanggal 22 Agustus, pada umumnya menyangkut larangan ekspor barang-barang atau bahan-bahan yang bisa menjadi masalah keamanan nasional, seperti barang-barang elektronik.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Rusia akan dikenai sanksi-sanksi yang lebih berat lagi dalam waktu 90 hari kalau tidak menunjukkan pernyataan yang bisa dipercaya bahwa negara itu tidak lagi menggunakan senjata kimia atau senjata biologi.

Sanksi-sanksi yang diumumkan hari Rabu (8/8/2018) waktu setempat itu adalah sanksi standar karena Rusia melanggar UU tahun 1991 yang dikeluarkan Kongres AS.

"Pemerintah Federasi Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam pernyataan.

Pemerintah Inggris menyambut baik keputusan AS itu. "Rangkaian reaksi internasional atas penggunaan senjata kimia di jalan-jalan di kota Salisbury mengirim pesan yang kuat kepada Rusia, bahwa tindakan provokatif dan sembrono itu tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris.

Rusia belum memberikan reaksi atas sanksi AS itu, tapi sebelum ini telah membantah keterlibatan dalam peracunan Skripal dan putrinya. Rusia juga mengatakan tidak terlibat atas peracunan pasangan Inggris dekat kota Salisbury bulan Juni lalu, setelah mereka menemukan botol yang berisi racun novichok. Dawn Sturgess yang berumur 44 tahun meninggal karena racun keras itu, tapi kawannya Charlie Rowley selamat.

Seperti diketahui, bulan Maret lalu seorang polisi Inggris menemukan Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadar di bangku taman di kota Salisbury. Mereka terkena racun novichok, bahan beracun yang berasal dari era Uni Soviet. Keduanya selamat dari keracunan gawat itu setelah dirawat berbulan-bulan di rumah sakit.

Pejabat Inggris mengatakan telah mengidentifikasi sedikitnya dua tersangka dalam serangan atas Skripal. Laporan suratkabar mengatakan, kedua orang itu kini berada di Rusia, dan Inggris sedang bersiap untuk minta supaya mereka diekstradisi. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x