Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 08:14 WIB

Jual Anak Kandung 9 Tahun Jadi Objek Seks

Selasa, 7 Agustus 2018 | 17:33 WIB

Berita Terkait

Jual Anak Kandung 9 Tahun Jadi Objek Seks
Pasangan Jerman yang menjual anaknya untuk objek seks. - (Foto: vice)

INILAHCOM, Freiburg--Seorang perempuan Jerman dijatuhi hukuman 12,5 tahun penjara karena menjual putra kandungnya sendiri yang masih di bawah umur ke kaum pedofil di jaringan gelap internet untuk menjadi objek seks.

Adapun pasangannya, ayah tiri anak itu, dijatuhi hukuman penjara 12 tahun, demikian laporan yang dikutip dari BBC, Selasa (7/8/2018).

Bocah yang menjadi korban itu berusia sembilan tahun ketika sidang di pengadilan di Freiburg, Jerman Selatan itu mulai dilangsungkan pada bulan Juni lalu.

Berrin Taha, 48, dan Christian Lais, 39, adalah pasangan berkewarganegaraan Jerman, yang tinggal di Staufen dekat Freiburg.

Jaringan gelap adalah area internet yang berada di luar jangkauan mesin pencari utama.

Dalam peristiwa terkait, pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada seorang pria Spanyol yang berulang kali melakukan pelecehan dan penyalahgunaan seksual terhadap bocah itu.

Lima pria lainnya juga disidangkan sebagai pelaku penyalahgunaan seksual terhadap sang bocah.

Pasangan Berrin Taha dan Christian Lais dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan, serangan seksual terhadap anak-anak, pelacuran paksa dan penyebarluasan pornografi anak.

Selama persidangan itu terungkap bahwa pasangan itu sendiri juga melakukan pelecehan seksual terhadap bocah itu setidaknya selama dua tahun, selain menjualnya kepada para pedofil.

Dalam rekaman video penyalahgunaan anak itu secara seksual tampak antara lain bagaimana anak itu juga dihinakan secara verbal dan dimaki-maki, diikat dan wajahnya dipasangi topeng.

Anak laki-laki itu sekarang tinggal bersama orang tua asuh.

Pengadilan juga menetapkan bahwa pasangan itu harus membayar 42.500 (Rp750 juta) sebagai denda atas penderitaan dan kehancuran yang dialami bocah lelaki itu serta dan seorang gadis usia tiga tahun, yang juga disiksa oleh mereka.

Media Jerman melaporkan bahwa otoritas kesejahteraan anak di negara bagian Baden-Wrttemberg mendapat kecaman keras karena gagal menghentikan perbuatan pasangan itu.

Para pekerja sosial pernah mengambil alih bocah itu secara sementara dari pasangan itu, tetapi kemudian menyerahkannya kembali kepada mereka.

Situs berita Spiegel melaporkan bahwa para petugas kesejahteraan berbagai informasi tentang kasus itu lebih awal, padahal bisa mengarahkan polisi untuk menyidik kejahatan pasangan itu. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x