Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 08:14 WIB

Petinggi Budha Cina Dituduh Terlibat Skandal Seks

Kamis, 2 Agustus 2018 | 14:20 WIB

Berita Terkait

Petinggi Budha Cina Dituduh Terlibat Skandal Seks
(Foto: AP)

INILAHCOM, Beijing--Ketua Asosiasi Umat Budha Cina, Xuecheng membantah tuduhan bahwa dia telah melakukan pelecehan seks terhadap sejumlah biksu perempuan dan memaksa mereka melakukan hubungan seks dengan "mengendalikan pikiran".

Tuduhan kepada biksu Xuecheng dilayangkan ke Pemerintah Cina oleh dua biksu dari kuil Longquan tempat yang bersangkutan bertugas.

Dalam pernyataan ke jejaring sosial Weibo, seperti dikutip dari laporan BBC, Kamis (2/8/2018), pengurus kuil di pinggiran Kota Beijing itu menyatakan akan membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti tuduhan tersebut.

Namun, pada saat bersamaan, pihak pengurus kuil menegaskan bahwa Xuecheng telah membantah dan bukti tuduhan yang diajukan "dibuat-buat".

Adapun dua biksu yang melaporkan Xuecheng disebut "punya niat buruk untuk menjebak biksu Xuecheng secara keji".

Laporan yang dibuat biksu Xianjia dan Xianqi menuduh biksu Xuecheng secara diam-diam mengirim pesan kepada sejumlah biksuni (biksu perempuan) dan memaksa mereka berhubungan seks.

Mereka menuding Xuecheng berupaya atau mengancam setidaknya enam biksuni untuk berhubungan seks. Empat biksuni akhirnya menuruti, sebut laporan itu.

"Mengendalikan pikiran"

Xuecheng juga dituduh mengirim pesan teks untuk "mengendalikan pikiran" biksuni dengan mengklaim bahwa seks adalah bagian dari kajian doktrin-doktrin Budha.

Dokumen setebal 95 halaman yang dibocorkan ke dunia maya itu juga menuliskan bahwa salah satu biksuni telah melaporkan kasusnya ke polisi, Juni lalu. Biksuni itu menuding Xuecheng telah melakukan penyerangan seksual.

Menurut pengakuan Xianjia dan Xianqi, penyelidikan soal perilaku Xuecheng mulai dilakukan setelah seorang biksuni yang bermukim di Beijing pada Desember 2017 memperlihatkan pesan bernada seks dari Xuecheng.

"Kuil Longquang berada dalam kendalinya. Xuecheng memanipulasi murid-murid untuk melayani 'kerajaan Buddha' versinya," sebut mereka.

Xuecheng telah diinterogasi namun telah dibebaskan, menurut sebuah sumber kepada media pemerintah the Global Times.

Laporan mengenai tuduhan terhadap Xuecheng sempat beredar di media sosial Cina, namun kini tampaknya sudah dihapus dan disensor. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x