Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 11:43 WIB

Korut Kembalikan Sisa Jenazah Prajurit AS

Sabtu, 28 Juli 2018 | 06:01 WIB

Berita Terkait

Korut Kembalikan Sisa Jenazah Prajurit AS
Perang Korea 1950-1953. - (Foto: defends)

INILAHCOM,Washington DC--Korea Utara (Korut) mengembalikan sisa-sisa jenazah yang diyakini sebagai para mendiang serdadu Amerika Serikat (AS) dalam Perang Korea pada awal 1950-an.

Gedung Putih mengatakan sisa-sisa jenazah tersebut sedang dibawa menuju pangkalan militer AS di Korsel, demikian BBC melaporkan, Jumat (27/7/2018).

Di sana, sisa-sisa jenazah itu akan disambut pihak keluarga yang telah berpuluh tahun menunggu kepastian keberadaan mereka.

Langkah pengembalian itu merupakan salah satu poin kesepakatan dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, di Singapura, Juni lalu.

Gedung Putih menyatakan Pemerintah AS "terdorong oleh aksi Korea Utara dan momentum bagi perubahan positif".

Pengembalian sisa-sisa jenazah tersebut bertepatan dengan peringatan 65 tahun penandatanganan kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1950-1953.

Lebih dari 326.000 serdadu AS bertempur bersama prajurit Korea Selatan (Korsel) dan koalisi PBB pada periode itu guna mendukung perlawanan pihak Selatan terhadap pihak Utara yang komunis.

Saat perang berakhir, diperkirakan sekitar 33.000 serdadu koalisi tidak diketahui keberadaannya.

Adapun sisa-sisa jenazah prajurit AS yang tewas diduga berada di:

  • Kamp-kamp tawanan perang--banyak di antaranya yang hancur pada musim dingin 1950.
  • Lokasi pertempuran besar, seperti di Unsan dan Chongchon. Sekitar 1.600 jenazah diperkirakan berada di lokasi-lokasi tersebut.
  • Kuburan sementara untuk personel militer. Cina dan Korut mengembalikan sekitar 3.000 jenazah asal AS dalam Operation Gory pada 1954.
  • Zona demiliterisasi yang memisahkan Korut dan Korsel--diduga menampung 1.000 jenazah.

Dalam kurun waktu 1990-2005, sebanyak 229 jenazah dikembalikan. Namun, proses ini dihentikan seiring dengan memburuknya hubungan AS dan Korut. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x