Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 19:30 WIB

Inspeksi Proyek Ekonomi, Kim Jong-un Marah Besar

Oleh : - | Rabu, 18 Juli 2018 | 06:34 WIB
Inspeksi Proyek Ekonomi, Kim Jong-un Marah Besar
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melihat keadaan bak mandi di sebuah tempat berlibur. - (Foto: ABC)

INILAHCOM, Pyongyang--Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un melontarkan serangkaian kritik terhadap sejumlah pejabat karena keterlambatan dalam merampungkan beberapa proyek ekonomi.

Pemimpin negara tersebut biasanya memuji pejabat saat mengunjungi pabrik.

Tetapi kali ini media pemerintah melaporkan dia "kehilangan kata-kata" karena pembangunan pembangkit listrik baru mencapai 70% dan "terkejut" saat melihat tempat pemandian air panas "lebih kotor dari pada kolam ikan".

Pyongyang sejak lama mendorong kemajuan ekonomi sebagai tujuan kedua, di samping pengembangan senjata nuklir.

Kim baru saja melakukan lawatan pemeriksaan ke empat tempat di Provinsi Hamgyong Utara, yang berbatasan dengan Cina.

Di pembangkit listrik Orangchon, dia mengeluh karena hanya 70% dari reaktor itu yang terbangun, padahal pembangunan sudah dimulai 17 tahun lalu.

Di sebuah hotel di kota Yombunjin, dia mencatat bahwa meskipun pembangunannya sudah berjalan enam tahun, plaster dinding masih belum selesai.

Saat mengunjungi tempat liburan Onpho, Kim menunjuk ke arah bak mandi yang "kotor, kusam dan tidak sehat", lapor kantor berita pemerintah KCNA.

Setelah mengunjungi sebuah pabrik tas, pembangkit listrik, hotel dan sebuah tempat berlibur, Kim menunjukkan dirinya tidak terkesan.

Dia mengatakan dewan partai provinsi "bekerja dengan cara yang tidak bersungguh-sungguh".

Koran setempat, Rodong Sinmun menurunkan tulisan sembilan halaman tentang hal ini.

"Biasanya hal seperti ini tidak dilakukan media secara terbuka, sebagian besar untuk memelihara citra DPRK sebagai negara yang sempurna," kata pengamat Fyodor Tertitskiy dari NK News kepada BBC, yang dipublikasikan, Selasa (17/7/2017).

Para pejabat yang terlibat juga tidak bisa melarikan diri, karena berita utama televisi pemerintah diperpanjang dari yang biasanya selama 20 menit menjadi satu jam penuh untuk memasukkan sejumlah laporan kunjungan inspeksi Kim dan kemarahannya.

Pembaca berita senior Ri Chun-hee adalah salah satu dari empat orang yang bergiliran membaca naskah KCNA. Dia mengatakan para pejabat "tidak memiliki semangat revolusioner".

Ini adalah kata-kata paling keras yang ditujukan kepada pejabat senior di media nasional sejak pembaca ramalan cuaca dikecam karena buruknya kinerja mereka pada tahun 2014.

Lewat sebuat tindakan yang dirancang untuk mempermalukan para pejabat, satu jam sebelum berita utama disiarkan, muncul tayangan kumpulan laporan lawatan inspeksi Kim dalam beberapa tahun terakhir yang dipandang masih menunjukkan keberhasilan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x