Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 04:21 WIB
 

Demo Besar Anti Trump Digelar di Inggris

Oleh : - | Jumat, 13 Juli 2018 | 06:25 WIB
Demo Besar Anti Trump Digelar di Inggris
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, London--Presiden AS Donald Trump sudah tiba di Inggris untuk lawatan tiga harinya dan langsung disambut unjuk rasa menjelang jamuan makan malam bersama PM Theresa May, demikian BBC melaporkan, Jumat (13/7/2018).

Trump tiba di Inggris hari Kamis (12/7/2018) waktu setempat dan pada hari Jumat ini belasan ribu orang akan berunjuk rasa menentang kunjungan Trump tersebut. Pada aksi unjuk rasa ini, sebagian demonstran akan menerbangkan balon raksasa yang menggambarkan Presiden Trump sebagai bayi berwarna oranye yang mengenakan popok dan dalam keadaan marah.

Balon setinggi enam meter itu akan terbang di atas Parlemen antara pukul 9.30 11.30 pagi waktu setempat pada 13 Juli.

"Wali Kota (Sadiq Khan) mendukung hak untuk protes damai dan memahami bahwa hal ini berlangsung dengan format berbeda," ujar kantor Wali Kota Sadiq Khan, seperti dikutip dari VOA, Jumat (6/7/2018).

Leo Murray, aktivis dibalik balon udara yang dijuluki "Bayi Trump" itu mengatakan kantor wali kota awalnya tidak menyetujui balon udara itu, tetapi "pasca gelombang besar dukungan publik atas rencana kami, sepertinya Balai Kota menemukan kembali rasa humornya."

Sebelumnya, Wali Kota London, Sadiq Khan, mengatakan kunjungan Trump tak boleh digelar jika kebijakan yang melarang masuknya warga dari beberapa negara Muslim ke AS berlaku.

"Posisi saya sudah sangat jelas, larangan ini kejam dan memalukan. Selama pelarangan diberlakukan, tak semestinya kita menggelar karpet merah untuk Presiden Trump," kata Khan dalam wawancara dengan Sky News.

Petisi menolak kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris sudah digalang sejak Januari 2017 lalu. Pada 30 Januari 2017, petisi di laman parlemen Inggris sudah ditandatangani oleh lebih dari 1,2 juta orang.

Petisi yang diajukan warga Inggris bernama Graham Guest diajukan setelah Presiden Trump menerapkan larangan masuk ke Amerika Serikat bagi warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Irak, Iran, Libia, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Namun saat itu, Pemerintah Inggris menyatakan undangan terhadap Presiden Trump untuk melakukan kunjungan kenegaraan tidak akan dicabut.

Undangan kunjungan kenegaraan disampaikan PM Theresa May saat bertemu Presiden Trump pada Januari 2017. [bbc/voa/lat]

Tags

Komentar

Embed Widget

x