Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 01:01 WIB

Krisis Air di India, Jutaan Orang Kehausan

Minggu, 8 Juli 2018 | 07:06 WIB

Berita Terkait

Krisis Air di India, Jutaan Orang Kehausan
Mandi dan mencuci pakaian di Sungai Yamuna di hari yang panas di New Delhi. - (Foto: The New York Times)

INILAHCOM, New Delhi--Buruknya infrastruktur dan kelangkaan di tingkat nasional membuat air menjadi barang mahal di seluruh India. Sushila Devi, seorang warga sampai harus kehilangan suami dan anak lelakinya gara-gara masalah air.

"Mereka mati karena permasalahan air, bukan sebab lainnya," ujar Devi, 40, saat ia mengenang bagaimana pertikaian karena masalah tangki air yang mengangkut air minum ke daerahnya, yang akhirnya mendorong pemerintah melakukan pengeboran sumur.

"Sekarang kondisinya lebih baik. Namun sebelumnya air mengandung kerak, kami bahkan tidak dapat mencuci tangan dan kaki dengan air semacam itu," ujarnya kepada Thomson Reuters Foundation di Delhi.

India "menderita akibat krisis air terburuk dalam sejarahnya," yang mengancam ratusan juta jiwa dan mengacaukan pertumbuhan ekonomi, ujar sebuah laporan lembaga pemikir pemerintah di bulan Juni.

Dari Himalaya di utara hingga pantai berpasir dengan deretan pohon nyiur di selatan, 600 juta orang--hampir setengah populasi India--menghadapi kelangkaan air yang akut, dengan hampir 200.000 orang mengalami kematian akibat polusi air.

Warga seperti Devi berdiri dalam antrian dengan pipa, jerigen, dan ember di tangan untuk mendapatkan air dari truk-truk tangki--antrian yang biasa terlihat tanpa adanya pasokan yang aman, yang dapat diandalkan dari pemerintah kota--acapkali diwarnai dengan saling sikut, dorong, dan pukul.

Dalam kesempatan yang jarang saat air mengalir dari keran, air yang keluar sering kali kotor, yang menimbulkan penyakit, infeksi, disabilitas dan bahkan kematian, ujar para pakar.

"Airnya seperti racun," ujar Devi, yang masih mengandalkan pasokan dari tangki pemasok air minum, di luar gubuk satu kamarnya di daerah Wazipur bagian dari ibukota Delhi yang telah lama menghadapi krisis air.

"Kondisinya lebih baik sekarang, namun masih tidak aman untuk diminum. Untuk keperluan mandi dan mencuci piring tidak masalah," tambahnya.

Air adalah sebuah tantangan besar, ujar laporan tersebut, dengan hampir 70 persen pasokan air di India yang terkontaminasi, berdampak pada tiga dari empat warga India dan berkontribusi pada 20 persen dari beban penyakit yang timbul.

Meskipun demikian hanya sepertiga dari air limbah yang ada yang diolah, artinya air limbah mengalir ke sungai-sungai, danau-danau, kolam-kolam, lalu akhirnya mencemari air tanah.

"Air permukaan kami terkontaminasi, air tanah kami terkontaminasi. Lihat, air dimana-mana terkontaminasi karena kita tidak mengolah limbah padat kami dengan benar," ujar penyusun laporan, Avinash Mishra. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x