Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 03:52 WIB
 

Penyelam Tewas Saat Operasi 12 Remaja di Gua

Oleh : - | Jumat, 6 Juli 2018 | 14:17 WIB
Penyelam Tewas Saat Operasi 12 Remaja di Gua
(Foto: REUTERS/Soe Zeya Tun)

INILAHCOM, Chiang Rai--Seorang mantan penyelam Angkatan Laut Thailand meninggal dalam upaya penyelamatan 12 remaja dan seorang pelatih sepakbola yang terjebak dalam gua, Jumat (6/7/2018), dini hari, demikian laporan BBC.

Saman Gunan, yang berusia 38 tahun, hilang kesadaran lalu tenggelam saat hendak ke luar dari Gua Tham Luang setelah mengirim pasokan perbekalan untuk kelompok remaja tersebut.

"Mantan anggota pasukan katak yang secara sukarela bergabung dengan tim penyelamat tewas sekitar pukul dua dini hari," ujar Wakil Gubernur Chiang Rai, Passakorn Boonyaluck.

Setelah sempat berdinas di Angkatan Laut dan mencapai pangkat sersan mayor, Gunan mengundurkan diri dari kemiliteran namun kembali bergabung dengan mantan rekan-rekannya untuk operasi SAR di Tham Luang.

Gunan diklaim sebagai pelari dan peseda aktif setelah mundur dari dinas militer.

"Tugasnya adalah mengirim oksigen. Sayangnya dia tidak membawa cukup oksigen untuk dirinya sendiri saat ke luar gua," kata otoritas tim penyelamat.

Sekitar 1.000 orang terlibat dalam operasi penyelamatan 12 orang di dalam gua yang banjir tersebut, baik itu dari penyelam Angkatan Laut Thailand, tentara dari matra lainnya, serta sukarelawan yang berstatus warga sipil.

Kematian Gunan memperkuat prediksi soal bahaya yang membayangi upaya penyelamatan itu. Namun Komandan Pasukan Katak Thailand, Apakom Yookongkaew, menyebut timnya tetap percaya diri dapat membawa seluruh korban ke luar dari gua.

Ketika ditanya tentang peluang para korban yang tak memiliki kemampuan menyelam untuk ke luar dari gua, Apakom menyatakan timnya akan bertindak sangat hati-hati.

Sebanyak 12 remaja yang hilang di Thuam Luang berusia antara 11 hingga 16 tahun. Adapun, pelatih yang turut hilang bersama mereka berumur 25 tahun.

Bagaimanapun, saat ini otoritas lokal mengkhawatirkan kurangnya kadar oksigen di ceruk gua, tempat para para remaja itu terperangkap.

Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn, menyebut tingkat oksigen semakin menurun seiring semakin banyaknya penyelamat yang beraktivitas di dalam gua.

Tim SAR kini mengupayakan memasukkan kabel sepanjang lima kilometer ke dalam ceruk gua untuk memasok oksigen bagi para korban, yang berlindung di gundukan di atas permukaan air.

Sekelompok remaja dan pelatih sepak bola itu ditemukan dua penyelam Inggris Senin lalu atau sembilan hari sejak mereka pertama kali memasuki gua.

Mereka diduga terjebak di antara air yang meninggi akibat hujan lebat.

Para korban dilaporkan berada dalam kondisi fisik yang prima dan secara rutin mendapat pasokan pangan maupun obat-obatan.

Tim penyelamat masih mencari jalan terbaik untuk mengeluarkan mereka dari gua yang kini terendam air sementara ada kekhawatiran hujan akan turun lagi.

Jika permukaan air meninggi, para anak dan remaja itu -yang berusia antara 11 tahun hingga 16 tahun- bersama pelatihnya harus belajar menggunakan peralatan selam.

Pilihan lain bagi mereka: menunggu air surut saat musim hujan berakhir namun tampaknya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x