Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 16:19 WIB

Najib Razak Bicara soal Barang yang Disita Polisi

Jumat, 29 Juni 2018 | 05:56 WIB

Berita Terkait

Najib Razak Bicara soal Barang yang Disita Polisi
Najib Razak - (Foto: cnn)

INILAHCOM, Kuala Lumpur--Polisi Malaysia menyita barang mewah dari tempat tinggal mantan perdana menteri Najib Razak senilai lebih US$270 juta atau Rp3,8 triliun.

Para pejabat menggambarkan operasi ini sebagai penyitaan terbesar dalam sejarah Malaysia.

Petugas menghabiskan waktu satu bulan untuk menghitung nilai berbagai barang tersebut. Polisi negara itu akan segera memanggil Najib dan istrinya Rosmah Mansor untuk ditanyai.

"Kami akan segera memanggil mereka (Najib dan Rosmah). Kami harus memastikan apakah ini hadiah dari orang lain, dan jika memang begitu, dari siapa hadiah ini berasal," kata pejabat polisi kejahatan niaga Amar Singh seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Sehari setelah polisi mengumumkan perkembangan kasus ini, Najib Razak pada hari Kamis (28/6/2018) menulis penjelasan di halaman resminya di Facebook.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar barang yang disita polisi adalah pemberian dari kawan, tamu asing, dan pihak-pihak lain di berbagai kesempatan, misalnya ketika melawat ke negara lain.

"Beberapa barang yang disita milik kerabat atau pihak-pihak ketiga. Mereka sekarang memulai proses hukum untuk mengambil kembali barang-barang tersebut dari polisi," tulis Najib.

Najib juga mengatakan keberatan dengan nilai barang yang disita dan menyebutnya 'sangat subjektif'.

"Sebagian besar barang-barang itu adalah hadiah yang diterima selama beberapa dekade terakhir, pihak keluarga tidak tahu persis nilai barang-barang yang menjadi hadiah itu," katanya.

Polisi melakukan penyitaan atas lebih dari 400 jam, 567 tas tangan dan 12.000 perhiasaan termasuk sebuah kalung senilai lebih US$1.000.000 atau Rp14 miliar.

Dalam wawancara dengan dengan kantor berita Reuters, Najib juga mengatakan sebagian besar barang yang disita dari sejumlah rumahnya adalah hadiah yang diberikan kepada istri dan anak perempuannya, jadi tidak ada hubungannya dengan 1MDB.

Najib menyangkal tuduhan korupsi triliunan rupiah dana penanaman modal pemerintah, 1MDB.

Menantu laki-lakinya, Daniyar Nazarbayev, yang adalah keponakan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, juga menghadiahkan sejumlah tas kepada Rosmah.

Sementara uang kontan yang ditemukan di kediamannya adalah milik partai politiknya.

Lembaga 1MDB atau 1Malaysia Development Berhard, dibentuk oleh pemerintah pimpinan PM Najib Razak pada tahun 2009 dengan tujuan utama mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Diduga Najib, keluarganya dan kroni-kroninya menyalahgunakan dana di badan ini.

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat (AS) menduga dana senilai US$4,5 miliar, setara dengan Rp63,8 triliun dicuri dari 1MDB dan dikirim ke AS, antara lain untuk membiayai film Hollywood dan membeli karya-karya seni, termasuk lukisan Monet dan Van Gogh.

Diduga pula ada aliran dana sebesar US$681 juta, atau sekitar Rp9,6 triliun, ke rekening pribadi Najib Razak menjelang pemilihan umum tahun 2013 lalu. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x