Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 04:02 WIB
 

India, Negara Paling Berbahaya Bagi Perempuan

Oleh : - | Rabu, 27 Juni 2018 | 13:39 WIB
India, Negara Paling Berbahaya Bagi Perempuan
(Foto: AP)

INILAHCOM, London--India adalah negara paling berbahaya di dunia bagi perempuan, menurut survei sejumlah pakar tentang isu-isu perempuan. Demikian VOA melaporkan Rabu (27/6/2018).

Survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters Foundation yang dirilis Selasa (26/6/2018) itu, melibatkan 550 pakar dari 193 negara anggota PBB tentang hal-hal terburuk bagi perempuan, antara lain tentang layanan kesehatan, sumber daya ekonomi, praktik-praktik tradisional, pelecehan seksual dan non-seksual, dan perdagangan manusia.

India diikuti oleh negara yang sedang dikoyak perang, yaitu Afghanistan dan Suriah, masing-masing pada peringkat kedua dan ketiga. Somalia dan Arab Saudi berada pada peringkat keempat dan kelima. Disusul Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Yaman, Nigeria dan AS.

Survei serupa pada 2011 menempatkan Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, Pakistan, India dan Somalia sebagai lima negara paling berbahaya bagi perempuan di dunia.

AS berada pada peringkat ke-10 pada kedua survei tersebut dan menjadi satu-satunya negara Barat yang berada dalam daftar itu.

Sementara itu, AS berada dalam peringkat ketiga--bersama Suriah--sebagai negara dimana perempuan paling berisiko mengalami kekerasan seksual, gangguan dan pemaksaan untuk melakukan hubungan seks. Dan, yang keenam dalam hal kekerasan non-seksual, seperti pelecehan domestik dan mental.

Para pakar mengatakan gerakan #MeToo ikut menyumbang persepsi bahaya yang ada di AS.

Kampanye #MeToo menentang pelecehan seksual mencapai puncaknya pada akhir 2017, ketika lebih dari 70 perempuan menuduh produser Hollywood Harvey Weinstein melakukan pelecehan seksual sejak puluhan tahun lalu.

Ratusan perempuan kini secara terbuka menuduh orang-orang kuat di berbagai industri telah melakukan pelecehan seksual. Puluhan ribu perempuan ikut serta dalam gerakan #MeToo di media sosial, untuk saling berbagi kisah pelecehan atau penganiayaan seksual yang mereka alami. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget

x