Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 16:47 WIB

Menang Pemilu, Erdogan Perluas Cengkraman

Selasa, 26 Juni 2018 | 06:33 WIB

Berita Terkait

Menang Pemilu, Erdogan Perluas Cengkraman
Recep Tayyip Erdogan melambaikan tangan kepada para pendukungnya. - (Foto: express)

INILAHCOM, Istanbul--Recep Tayyip Erdogan telah terpilih kembali menjadi Presiden Turki, mencetak kemenangan pada Pemilihan Presiden. Kini, dia memegang wewenang lebih luas, ditambah kekuasaan atas parlemen dalam pemilu legislatif yang waktunya bersamaan.

Para pendukung Presiden Erdogan merayakan berita kemenangannya di seluruh negara itu. Menurut kantor berita resmi Turki, Erdogan memperoleh hampir 53% suara. Presiden berusia 64 tahun itu menyampaikan pidato kemenangan di markas partainya di Ankara, demikian laporan yang dikutip dari VOA, Selasa (26/6/2-18).

Erdogan mengatakan telah menerima pesan lewat kotak-kotak suara itu, dan menambahkan bahwa dia akan berjuang lebih gigih lagi dengan meningkatnya dukungan yang diterimanya dalam pemilihan.

Pihak oposisi awalnya mempertentangkan hasil tersebut, mengklaim hasil sudah diumumkan sementara masih banyak suara yang belum dihitung. Foto-foto apa yang disebut sebagai sejumlah karung surat suara yang belum dihitung beredar di media sosial.

Tetapi penantang utama dalam pilpres kali ini, Muharrem Ince, dalam pesan yang dikirim kepada penyiar berita Turki, mengakui kemenangan Erdogan walaupun mengklaim pemilihan itu tidak adil. Ince mendapat 31% suara dalam pemilihan yang ketat itu.

Erdogan sekarang memegang wewenang luas, yang disetujui dalam referendum tahun lalu, yang kabarnya dicemari penipuan. Presiden yang terpilih kembali itu berjanji akan mempercepat agenda politiknya.

Erdogan mengatakan kepada pendukungnya bahwa Turki tidak punya waktu untuk disia-siakan. Katanya, bendera Turki akan berkibar lebih bebas dan kedamaian bagi setiap warga negara akan lebih baik dengan kemenangannya.

Erdogan mengatakan perang melawan musuh-musuh yang meneror Turki akan terus berlanjut. Sejak kudeta yang gagal pada tahun 2016 puluhan ribu orang telah dipenjara, termasuk lebih dari 100 wartawan.

Erdogan juga menjanjikan operasi militer "membebaskan Suriah" akan terus berlanjut. Pasukan Turki memerangi pasukan Kurdi Suriah yang dituduh oleh Turki terkait dengan pemberontakan di dalam negeri.

Cengkeraman presiden atas kekuasaan diperkuat dalam pemilihan parlemen yang dilakukan bersamaan. Partai AKP pimpinan Erdogan akan terus menguasai parlemen meskipun masih membutuhkan dukungan dari Partai MHP yang nasionalis, yang membentuk aliansi dengan AKP dalam pemilihan.

Partai pro-Kurdi, HDP, yang dituduh Erdogan sebagai teroris, juga memasuki parlemen sebagai partai oposisi terbesar kedua.

Kemenangan komprehensif Erdogan terjadi sementara sebagian besar jajak pendapat menunjukkan persaingan yang jauh lebih ketat. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x