Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 02:57 WIB

Palestina: AS Ingin Gulingkan Presiden Abbas

Senin, 25 Juni 2018 | 08:03 WIB

Berita Terkait

Palestina: AS Ingin Gulingkan Presiden Abbas
Perunding senior Palestina, Saeb Erekat - (Foto: jpost)

INILAHCOM, Ramallah--Perunding senior Palestina menuduh AS berusaha menggulingkan pemerintahan otonomi Presiden Mahmoud Abbas dan menghentikan badan bantuan PBB bagi para pengungsi Palestina.

Komentar Saeb Erekat disampaikan setelah penasihat senior dan menantu laki-laki Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner dan utusan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt bertemu dengan para pemimpin Israel, Yordania, Qatar, Mesir, dan Arab Saudi selama lawatan seminggu di wilayah itu.

Dalam wawancara yang diterbitkan dalam surat kabar berbahasa Arab Al-Quds hari Minggu (24/6/2018), Kushner mengatakan Pemerintah AS akan segera memaparkan rencana perdamaian Israel-Palestina, dengan atau tanpa masukan dari Abbas dan meragukan kemampuan Abbas untuk membuat kesepakatan.

"Wawancara Kushner mengklarifikasi lebih jauh lagi bahwa pemerintahan Presiden Trump sudah benar-benar beralih dari negosiasi ke pendiktean. Mereka bertekad untuk mendikte sebuah penyelesaian," kata Erekat kepada wartawan selama konferensi pers di Ramallah, seperti dikutip dari VOA, Senin (25/6/2018).

"Mereka berusaha keras untuk mengubah rezim, karena Palestina di bawah kepemimpinan Presiden Abbas menginginkan perdamaian sejati, abadi, komprehensif, berdasarkan hukum internasional," tambah Erekat.

Erekat mengatakan, AS telah mendiskualifikasi diri dari peran apa pun dalam proses perdamaian dan "merupakan bagian dari masalah" dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan "berusaha untuk menghilangkan dan mengakhiri Bantuan PBB" dan diduga mendukung apa yang digambarkannya sebagai visi para pemimpin Israel untuk "mengesampingkan tanggung jawab keamanan, wilayah; udara, air dan jalur-jalur masuk."

Para pemimpin Palestina menolak bertemu dengan tim Trump sejak Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel bulan Desember.

Yerusalem merupakan masalah emosional di pusat konflik Israel-Palestina. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x