Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 19:30 WIB

Pejabat AS Bahas Penghentian Latihan AS-Korsel

Minggu, 24 Juni 2018 | 09:02 WIB

Berita Terkait

Pejabat AS Bahas Penghentian Latihan AS-Korsel
Dari kiri: Menlu AS Mike Pompeo, Menhan James Mattis dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dalam pertemuan di Gedung Putih - (Foto: nationalinterest)

INILAHCOM, Washington DC--Para pejabat tinggi AS mengadakan pertemuan untuk membicarakan penghentian latihan militer bersama AS-Korea Selatan yang telah diadakan selama puluhan tahun. Latihan tersebut telah dibatalkan setelah pertemuan puncak sebelumnya bulan ini antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

VOA melaporkan, Sabtu (23/6/2-18), pernyataan Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Jim Mattis, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Joe Dunford dan Penasihat Keamanan Nasional Presiden, John Bolton, membicarakan usaha-usaha untuk melaksanakan hasil pertemuan puncak itu.

Pernyataan dari jurubicara pimpinan Pentagon Dana White mengatakan, latihan yang dihentikan itu mencakup latihan Pengawal Kebebasan Ulchi dan dua latihan Program Pertukaran Marinir Korea yang tadinya dijadwalkan berlangsung dalam 3 bulan mendatang.

Latihan Pengawal Kebebasan yang biasanya diadakan bulan Augustus, mendatangkan 3.000 lagi tentara AS dari luar Korea Selatan dan melibatkan 50 ribu tentara Korea Selatan.

Pada pertemuan puncak di Singapura, Trump mengatakan ia akan membatalkan kedua latihan militer itu yang menurutnya menelan biaya yang sangat besar dan provokatif itu sebagai isyarat iktikad baik dan sebagai tanggapan atas komitmen Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi, menghentikan ujicoba nuklir dan misil, dan menutup fasilitas percobaan nuklirnya baru-baru ini.

Korea Utara telah lama menyerukan pengakhiran latihan militer bersama itu yang menurut negara itu "latihan untuk menyerbu Korea Utara."

Selama ini para pejabat AS tidak mau menghentikan latihan bersama itu sebagai imbalan janji Korea Utara untuk membekukan kemampuan nuklir dan misil balistiknya yang dilarang oleh resolusi PBB. AS dan Korea Selatan beranggapan latihan itu bersifat pertahanan dan sah menurut hukum internasional. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x