Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 14:29 WIB

Selesai KTT, Kim Jong-un Kunjungi Cina Lagi

Selasa, 19 Juni 2018 | 20:07 WIB

Berita Terkait

Selesai KTT, Kim Jong-un Kunjungi Cina Lagi
Kim Jong-un - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Beijing--Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali melakukan kunjungan ke Cina, kali ini dua hari lamanya, seminggu setelah ia melakukan pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.

Diperkirakan Kim akan membahas sanksi yang masih dikenakan kepada Korea Utara, dan komitmen yang dibuatnya saat KTT bersama Trump, yang secara umum membicarakan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Beijing, satu-satunya sekutu ekonomi Korea Utara, sudah berulang kali mengisyaratkan bahwa sanksi terhadap Korea Utara dapat diperlonggar.

Sementara itu, AS dan Korea Selatan telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menunda rencana untuk latihan militer gabungan mereka berikutnya.

Langkah itu menindak-lanjuti janji yang dibuat oleh Trump kepada Kim di KTT Singapura.

Ini merupakan kunjungan Kim yang ketiga kalinya ke Cina sejak Maret, ketika ia bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat.

Kunjungan kali ini tergolong lain, lapor media Pemerintah Cina, seperti dikutip dari BBC, Selasa (19/6/2018). Tetapi tak ada rincian soal kunjungan itu.

Pada KTT 12 Juni lalu, Trump dan Kim menandatangani apa yang oleh Presiden AS disebut perjanjian yang "komprehensif".

Korea Utara menyetujui denuklirisasi--sesuatu yang juga merupakan komitmen negeri itu kepada Korea Selatan saat KTT Korea yang bersejarah di Panmujom beberapa waktu sebelumnya--sementara Trump mengatakan AS akan mengakhiri latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Penghentian 'permainan perang' Korea Selatan dan AS selama ini merupakan tuntutan Korea Utara dan Cina.

Tapi Korea Selatan dan Jepang--sekutu utama AS lainnya di Asia--mengatakan latihan militer gabungan itu justru sangat penting. Keputusan Trump soal penghentian latihan perang itu tampaknya tak diduga Korea Selatan, yang seakan 'kebobolan,' dan kini dilanda kebingungan tentang bagaimana penghentian itu dilaksanakan.

Muncul juga kebingungan atas pernyataan Trump yang mengakui secara eksplisit bahwa latihan itu 'provokatif', sebuah istilah yang justru digunakan oleh Korea Utara untuk mendeskripsikan latihan itu, sampai sekarang. Sementara sebelumnya AS selalu bersikeras bahwa latihan-latihan itu murni bersifat defensif.

Tentara AS yang berbasis di Korea Selatan berjumlah sekitar 29.000 orang dan setiap tahunnya kedua negara selalu melakukan berbagai latihan militer skala besar.

Latihan berikutnya dijadwalkan berlangsung Agustus nanti dengan melibatkan sekitar 17.500 personel militer AS.

Hari Selasa (19/6/2018), para pejabat AS dan Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa rencana untuk latihan itu telah ditangguhkan.

"Korea Selatan dan AS berencana untuk melanjutkan diskusi untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan. "Tidak ada keputusan yang diambil untuk melakukan latihan selanjutnya," tambah pernyataan itu.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders sebelumnya mengatakan kepada wartawan, bahwa "selama Korea Utara terus menunjukkan itikad baik, seperti yang kita lihat di Singapura, maka kita bisa membayangkan bahwa segala hal akan dalam status jeda pada titik ini," katanya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x