Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 21:30 WIB

Thailand Eksekusi Napi Pertama Kali Sejak 2009

Selasa, 19 Juni 2018 | 18:38 WIB

Berita Terkait

Thailand Eksekusi Napi Pertama Kali Sejak 2009
Para narapidana di penjara Klong Prem, Bangkok, Thailand. - (Foto: voa)

INILAHCOM, Bangkok--Thailand telah megeksekusi seorang narapidana untuk pertama kali sejak 2009, Reuters dan AFP melaporkan, Selasa (19/6/2018).

Theerasak Longji, 26 tahun, dihukum mati dengan suntikan mematikan pada Senin (18/6/2018). Eksekusi dilaksanakan enam tahun sejak Theerasak divonis bersalah karena membunuh seorang remaja pria berusia 17 tahun pada 2012, kata Departemen Lembaga Pemasyarakatan Thailand dalam pernyataannya.

Pelaksanaan hukuman mati terjadi pada saat Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha sedang menyiapkan lawatan ke Inggris dan Perancis. Perdana Menteri Prayut diperkirakan mendapat banyak pertanyaan seputar hukuman mati dalam lawatannya nanti.

"Kami masih mempraktekkan hukuman mati..kami belum membatalkannya," kata Tawatchai Thaikaew, wakil sekretaris Kementerian Kehakiman Thailand, kepada AFP.

Theerasak adalah narapidana ketujuh yang dihukum mati menggunakan suntikan mematikan sejak cara eksekusi itu diterapkan pada 2003. Sebelum itu, terpidana mati di Thailand dieksekusi dengan ditembak mati, Reuters melaporkan. Narapidana terakhir yang dieksekusi adalah dua pedagang narkoba Thailand pada 2009.

Sejak 1935, Thailand sudah mengeksekusi 325 narapidana, sebagian besar dengan hukuman tembak, AFP melaporkan mengutip data Departemen Lembaga Pemasyarakatan Thailand. Hukuman mati di Thailand berlaku untuk 35 tindak pidana, termasuk pembunuhan dan perdagangan narkoba.

Amnesty International mengecam pelaksanaan hukum mati tersebut dengan mengatakan Thailand telah gagal memenuhi komitmen untuk menghapuskan hukuman mati.

"Ini adalah pelanggara tercela terhadap hak hidup," kata Katherine Gerson, manajer kampanye Amnesty Thailand mengenai eksekusi Theerasak.

Menurut data Kementerian Kehakiman Thailand yang dirilis kepada Amnesty International menunjukkan, 510 narapidana, termasuk 94 perempuan, berada dalam daftar terpidana mati pada akhir tahun lalu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x